Konsep Bermanfaat bagi Seluruh Umat dalam Pandangan Islam
- 13 Jul 2026 11:05 WIB
- Madiun
RRI. CO. ID, Madiun- Menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama merupakan salah satu ukuran kemuliaan seorang muslim. Tidak hanya beribadah secara personal, Islam juga mengajarkan agar setiap pemeluknya mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan, keluarga, hingga masyarakat luas.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz Prof. Dr. KH. M. Sutoyo, M.Ag. saat menjadi narasumber dalam program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Madiun. Dalam kajian tersebut, ia menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberikan manfaat bagi orang lain melalui perkataan, tindakan, maupun keteladanan hidup.
Menurut Ustaz Sutoyo, manfaat tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi. Senyum yang tulus, ilmu yang diajarkan, tenaga yang diberikan untuk membantu sesama, hingga doa yang dipanjatkan untuk orang lain juga merupakan bentuk amal yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.
"Setiap muslim hendaknya memiliki semangat untuk memberi manfaat. Jangan sampai kehadiran kita justru menyulitkan orang lain. Jadilah pribadi yang membawa ketenangan, kedamaian, dan solusi di tengah masyarakat," ujarnya beberapa waktu lalu di studio Pro1 RRI Madiun.
Ia menjelaskan, sikap bermanfaat berawal dari keikhlasan hati. Seseorang yang ikhlas tidak akan memilih-milih kepada siapa ia berbuat baik. Ia akan membantu siapa pun tanpa membedakan latar belakang, suku, status sosial maupun golongan, selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Lebih lanjut, Ustaz Sutoyo mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana menjadi rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, umat Islam dituntut untuk menampilkan akhlak yang santun, menjaga lisan, menghormati sesama, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi terciptanya kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman.
Ia juga menekankan pentingnya memulai kebaikan dari lingkungan terdekat. Menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, pasangan yang saling menghargai, tetangga yang peduli, hingga warga yang aktif menjaga keharmonisan sosial merupakan bentuk nyata menjadi manusia yang bermanfaat.
Menurutnya, manfaat yang diberikan kepada orang lain tidak akan pernah mengurangi rezeki seseorang. Justru Allah SWT akan melipatgandakan keberkahan hidup bagi mereka yang gemar menolong dan memudahkan urusan sesama.
Di akhir kajian, Ustaz Sutoyo mengajak umat Islam menjadikan setiap aktivitas sebagai ladang amal dengan menghadirkan manfaat di mana pun berada. Ia berharap masyarakat tidak hanya berlomba menjadi orang yang sukses secara pribadi, tetapi juga menjadi pribadi yang kehadirannya selalu dinantikan karena mampu membawa kebaikan bagi banyak orang.
"Jadilah manusia yang meninggalkan jejak kebaikan. Ketika kita mampu memberi manfaat kepada orang lain, itulah salah satu tanda bahwa hidup kita memiliki nilai dan keberkahan di hadapan Allah SWT," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....