Tertekan saat Terlambat? Ini Penjelasan Psikologisnya

  • 14 Jul 2026 08:04 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Rasa takut terlambat merupakan hal yang umum dialami banyak orang, baik saat berangkat bekerja, menghadiri rapat, maupun bertemu dengan orang lain. Perasaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan waktu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan budaya.

Menurut American Psychological Association (APA), kecemasan dapat muncul ketika seseorang merasa tidak mampu memenuhi harapan atau kewajiban yang telah ditetapkan. Dalam situasi terlambat, seseorang dapat khawatir akan menerima penilaian negatif atau dianggap tidak bertanggung jawab.

Selain itu, rasa takut terlambat juga berkaitan dengan keinginan menjaga citra diri. Banyak orang ingin dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan dapat dipercaya, sehingga keterlambatan sering kali dianggap dapat merusak reputasi mereka.

Faktor lingkungan turut memengaruhi munculnya kecemasan tersebut. Di sekolah, tempat kerja, maupun lingkungan profesional, ketepatan waktu sering dijadikan indikator kedisiplinan sehingga seseorang merasa tertekan untuk selalu datang tepat waktu.

Sebagian orang bahkan mengalami kecemasan berlebihan jika merasa akan terlambat meski hanya beberapa menit. Kondisi ini dikenal sebagai time anxiety, yaitu rasa cemas yang muncul akibat tekanan terhadap waktu atau kekhawatiran tidak dapat menyelesaikan aktivitas sesuai jadwal.

Dikutip dari Cleveland Clinic, time anxiety dapat membuat seseorang terus-menerus memikirkan waktu, merasa bersalah saat beristirahat, hingga khawatir kehilangan kesempatan karena tidak cukup produktif. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup.

Di sisi lain, rasa takut terlambat sebenarnya memiliki sisi positif. Perasaan tersebut dapat mendorong seseorang untuk membuat perencanaan yang lebih baik, berangkat lebih awal, serta mengatur waktu dengan lebih efektif.

Namun, apabila kecemasan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, para ahli menyarankan untuk mengelola ekspektasi dan menyusun jadwal yang lebih realistis. Memberikan waktu cadangan sebelum bepergian juga dapat membantu mengurangi tekanan akibat kemungkinan terjadi kemacetan atau kendala lainnya.

Menjaga pola tidur yang cukup dan tidak menunda pekerjaan juga menjadi langkah sederhana untuk mengurangi rasa takut terlambat. Dengan persiapan yang baik, seseorang akan merasa lebih tenang ketika menjalani aktivitas sehari-hari.

Pada akhirnya, rasa takut terlambat merupakan respons yang wajar selama masih dalam batas normal. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan pengelolaan waktu yang baik, seseorang dapat tetap disiplin tanpa harus dibayangi kecemasan berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....