Sikola Mombine Perkuat Edukasi Inklusi Disabilitas bagi Aparatur Kelurahan
- 17 Jul 2026 20:10 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Upaya membangun lingkungan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas terus dilakukan di Kota Palu. Salah satunya melalui pelatihan yang digelar Sikola Mombine kepada aparatur pemerintah tingkat kelurahan guna meningkatkan pemahaman tentang disabilitas serta etika berkomunikasi yang tepat dengan penyandang disabilitas. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengubah cara pandang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang ramah bagi semua warga.
Pelatihan yang dilaksanakan di bulan Juni tersebut diikuti oleh 44 kelurahan se-Kota Palu serta lima Sahabat Disabilitas. Dalam pelatihan itu, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar disabilitas, hak-hak penyandang disabilitas, penggunaan istilah yang tepat, hingga cara berkomunikasi yang menghormati martabat dan kemandirian penyandang disabilitas dalam berbagai situasi pelayanan masyarakat.
Dalam dialog Program Sarapan Uvempoi Pro 4 RRI Palu, Executive Director Sikola Mombine, Wulan Trisya Lembonunu, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pemahaman yang benar di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, aparatur pemerintah merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga penting memiliki perspektif yang inklusif terhadap penyandang disabilitas.
Menurutnya hingga saat ini masih banyak masyarakat, bahkan sebagian pejabat pemerintahan, yang memiliki pandangan keliru terhadap penyandang disabilitas. Mereka masih menggunakan istilah seperti "cacat" atau menganggap penyandang disabilitas sebagai kelompok yang tidak normal. Padahal, cara pandang tersebut dapat memunculkan stigma dan diskriminasi yang menghambat partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat.
"Yang perlu diubah bukan penyandang disabilitasnya, tetapi cara pandang kita, " kata Wulan.
Ia menegaskan bahwa disabilitas bukanlah persoalan ketidakmampuan seseorang, melainkan persoalan lingkungan yang belum sepenuhnya memberikan akses yang setara. Oleh karena itu, perubahan cara berpikir aparatur pemerintah menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang menghargai hak setiap warga negara tanpa membedakan kondisi fisik, sensorik, intelektual, maupun mental.
Melalui pelatihan kepada para lurah, Sikola Mombine berharap lahir komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif di tingkat kelurahan. Dengan meningkatnya pemahaman aparatur pemerintah mengenai disabilitas dan etika berkomunikasi yang tepat, diharapkan stigma terhadap penyandang disabilitas dapat berkurang, sekaligus mendorong terwujudnya Kota Palu sebagai kota yang ramah, setara, dan inklusif bagi seluruh warganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....