Menjaga Hati Menjadi Kunci Ketenangan di Era Serba Cepat

  • 13 Jul 2026 08:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto-Di tengah kehidupan yang semakin cepat dan penuh distraksi, menjaga kebersihan hati menjadi salah satu ikhtiar penting bagi setiap muslim. Hati yang bersih diyakini akan memengaruhi cara berpikir, bersikap, hingga bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Dosen Akidah dan Filsafat Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Kurniasari Wiwaha, M.Ag., mengatakan hati atau qolbun merupakan pusat keimanan dan moralitas manusia. "Rasulullah menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh. Itulah hati," ujarnya dalam Program Tasbih Pro 2 RRI Purwokerto.

Menurut Kurniasari, hati tidak hanya menjadi tempat bersemayamnya iman, tetapi juga menentukan arah niat dan hidayah seseorang. "Hati adalah pusat iman, pusat niat, pusat hidayah, sehingga apa yang keluar dari seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi hatinya," katanya.

Ia menjelaskan manusia juga memiliki unsur jiwa, hawa nafsu, dan syahwat yang saling memengaruhi dalam mengambil keputusan. "Kalau jiwa kita bersih, kita akan lebih mudah mendengar suara hati. Sebaliknya, jika jiwa kotor maka hawa nafsu akan lebih dominan meskipun kita tahu sesuatu itu salah," jelasnya.

Untuk menjaga kebersihan hati, Kurniasari memperkenalkan konsep KIM yang terdiri dari Kuras, Isi, dan Memancar. "Kita perlu menguras hati melalui muhasabah, mengisinya dengan zikir dan akhlak baik, sehingga nantinya kebaikan itu akan memancar secara alami dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Menurutnya, hasil dari hati yang bersih adalah lahirnya akhlakul karimah yang dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar. "Orang yang hatinya bersih akan memancarkan energi positif, ketenangan, dan menghadirkan kenyamanan bagi lingkungannya," pungkas Kurniasari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....