Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 12 – 15 Juli 2026
- 11 Jul 2026 22:12 WIB
- Baubau
Poin Utama
- BMKG merilis prakiraan gelombang tinggi untuk Sulawesi Tenggara berlaku 12-15 Juli 2026 dengan kecepatan angin tertinggi mencapai 25 Knot (6 Skala Beaufort)
- Peringatan dini gelombang tinggi mencakup Perairan Wakatobi Bagian Timur, Perairan Wakatobi Bagian Barat, Laut Banda Timur Wakatobi, Perairan Buton, dan Laut Banda Timur Wawoni dengan periode berbeda
- BMKG mengimbau nelayan pengguna perahu kecil, kapal tongkang, dan kapal ferry untuk tetap waspada terhadap potensi abrasi dan limpasan air laut ke daratan terutama saat pasang maksimum
RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 12 Juli 2026 Pukul: 08.00 WITA sampai 15 Juli 2026 Pukul: 08.00 WITA 2026.
Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, Pola angin umumnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 Knot. Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 Knot (6 Skala Beaufort) terjadi di Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat dan Laut Banda Timur Wakatobi.
Peringatan Dini Gelombang Tinggi
- Tanggal 12 Juli 2025 pukul 08.00 WITA - 13 Juli pukul 08.00 WITA : Perairan Wakatobi Bagian Timur, Perairan Wakatobi Bagian Barat dan Laut Banda Timur Wakatobi.
- Tanggal 13 Juli 2025 pukul 08.00 WITA - 14 Juli pukul 08.00 WITA : Perairan Wakatobi Bagian Timur dan Laut Banda Timur Wakatobi.
- Tanggal 14 Juli 2025 pukul 08.00 WITA - 15 Juli pukul 08.00 WITA : Laut Banda Timur Wawoni, Perairan Buton, Perairan Wakatobi Bagian Timur, Perairan Wakatobi Bagian Barat dan Laut Banda Timur Wakatobi.
BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.
Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.
Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....