Pendidikan Mengenali Tubuh Penting untuk Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual

  • 11 Jul 2026 19:03 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pendidikan mengenali tubuh sejak dini dinilai menjadi salah satu upaya penting dalam melindungi anak dari risiko kekerasan seksual. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang keliru memaknai pendidikan seksual sebagai materi yang mengajarkan anak untuk melakukan hubungan seksual, sehingga pembahasannya sering dianggap tabu.

Koordinator Program Yayasan Cahaya Perempuan Bengkulu, Juniarti Boermansyah, mengatakan bahwa pendidikan mengenali tubuh pada dasarnya merupakan bagian dari pendidikan seksual. Menurutnya, pemahaman yang keliru di tengah masyarakat perlu diluruskan agar orang tua tidak lagi menghindari pembahasan mengenai tubuh kepada anak.

Juniarti menjelaskan bahwa pendidikan seksual bukan bertujuan mengajarkan anak mengenai hubungan seksual. Sebaliknya, pendidikan tersebut diberikan agar anak mampu mengenali, memahami, dan menjaga tubuhnya sesuai dengan tahapan usia.

“Mengenali tubuh itu sebenarnya sama dengan pendidikan seksual. Tetapi banyak dimaknai bahwa pendidikan seksual ini adalah pendidikan yang mengajari anak-anak untuk berhubungan seksual, tapi sebenarnya bukan itu maksudnya,” kata Juniarti.

Ia menuturkan bahwa proses mengenali tubuh harus dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat perkembangan anak. Dengan pendekatan tersebut, informasi yang diterima anak akan lebih mudah dipahami tanpa menimbulkan kebingungan.

Lebih lanjut, Juniarti mengatakan bahwa langkah paling sederhana yang dapat dilakukan orang tua adalah mengajarkan nama setiap bagian tubuh dengan istilah yang benar, termasuk organ reproduksi. Menurutnya, penggunaan istilah yang tepat merupakan bagian penting dari pendidikan mengenali tubuh.

“Jadi pendidikan mengenali tubuh ini adalah proses mengajarkan anak untuk memahami tubuhnya sesuai dengan tahap usianya. Hal yang paling sederhana diajarkan kepada anak itu adalah memberi tahu kepada anak itu nama bagian itu secara benar, apalagi itu organ seksual reproduksi,” katanya menambahkan.

Ia mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap penyebutan nama organ reproduksi secara benar sebagai sesuatu yang tabu. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat menghambat anak dalam mengenali tubuhnya dan menyampaikan apabila mengalami tindakan yang tidak semestinya.

Karena itu, Juniarti mendorong orang tua untuk mulai membiasakan penggunaan istilah yang benar ketika mengenalkan bagian-bagian tubuh kepada anak. Ia menilai pendidikan tersebut merupakan fondasi penting agar anak memahami batasan terhadap tubuhnya serta mampu melindungi diri dari potensi kekerasan seksual.

Melalui pendidikan mengenali tubuh yang diberikan sejak dini, anak diharapkan memiliki pemahaman yang baik mengenai tubuhnya, mengetahui hak atas tubuhnya sendiri, serta berani melapor kepada orang tua atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami perlakuan yang mengarah pada kekerasan seksual. Edukasi tersebut juga diharapkan dapat mengubah anggapan bahwa pendidikan seksual adalah hal yang tabu, menjadi pengetahuan dasar yang penting bagi tumbuh kembang dan perlindungan anak.

“Karena kebanyakan dimasyarakat kita menyebutnya secara benar itu dianggap tabu. Jadi kita mulai mengajarkan anak bagian tubuh itu dengan benar,” kata Juniarti mengakhiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....