Lima Poin Pendidikan Mengenali Tubuh, Jadi Bekal Anak Melindungi Diri

  • 11 Jul 2026 19:02 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Membekali anak dengan pemahaman mengenai tubuhnya sendiri dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak. Pengetahuan tersebut tidak hanya membantu anak mengenali tubuhnya, tetapi juga memberikan bekal untuk melindungi diri ketika menghadapi situasi yang berisiko.

Koordinator Program Yayasan Cahaya Perempuan Bengkulu, Juniarti Boermansyah, saat Dialog Astacita mengatakan pendidikan mengenali tubuh merupakan bentuk perlindungan bagi anak. Menurutnya, pendidikan tersebut bertujuan agar anak mengenali tubuhnya, memahami batas-batas tubuh, serta mengetahui bahwa setiap anak memiliki hak atas tubuhnya sendiri.

Ia menjelaskan, poin pertama dalam pendidikan mengenali tubuh adalah mengajarkan anak mengenali bagian-bagian tubuh beserta batasannya. "Pendidikan mengenali tubuh itu adalah perlinfungan terhadap anak agar anak mengenali tubuh, mengenali batas tubuh, hak atas tubuhnya," kata Juniarti.

Selain mengenali tubuh, Juniarti mengatakan anak juga perlu diajarkan untuk menjaga kebersihan tubuh sejak usia dini. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pendidikan mengenali tubuh yang mendukung kesehatan sekaligus menumbuhkan kepedulian anak terhadap dirinya sendiri.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa anak harus dibiasakan untuk berani menolak apabila ada orang lain yang menyentuh bagian seksual atau organ reproduksinya. Keberanian mengatakan "tidak" dinilai menjadi bekal penting agar anak mampu melindungi diri dari tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual.

"Kemudian berani berkata tidak jika ada yang menyentuh bagian seksual dan reproduksinya. "Kemudian berani bercerita kepada orang tuanya atau kepada siapapun orang terdekatnya," kata Juniarti menambahkan.

Juniarti juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua. Menurutnya, anak perlu dibiasakan berani bercerita kepada orang tua atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami perlakuan yang membuatnya merasa tidak nyaman.

Ia menegaskan bahwa pendidikan mengenali tubuh bukanlah pendidikan yang mengajarkan hubungan seksual kepada anak sebagaimana anggapan yang masih berkembang di masyarakat. Sebaliknya, pendidikan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dasar kepada anak mengenai tubuh, hak atas tubuh, serta cara menjaga diri dari potensi kekerasan seksual.

Melalui lima poin pendidikan mengenali tubuh tersebut, Juniarti berharap orang tua tidak lagi menganggap pembahasan mengenai tubuh sebagai sesuatu yang tabu. Ia menilai pendidikan yang diberikan sesuai dengan usia anak akan menjadi bekal penting untuk membangun keberanian, kemandirian, dan kemampuan anak dalam melindungi dirinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....