Pelatihan Keterampilan: Jalan Disabilitas menuju Mandiri dan Kreatif
- 09 Jul 2026 07:39 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Stigma terhadap penyandang disabilitas merupakan hal yang sulit dihindari. Keterbatasan kemampuan mental dan fisik menjadi sorotan masyarakat teradap eksistensi disabilitas. Namun, di balik keterbatasan tersebut justru menjadi perhatian utama Perkumpulan Penyandang Disabilitas (PPDI) Purbalingga.
Dalam dialog Ruang Disabilitas Pro 1 RRI Purwokerto hadir Ketua PPDI Purbalingga Kholid Karsim yang membahas tema “Disabilitas Membangun Kreativitas dan Solidaritas”. Dalam edisi kali ini, pendengar diajak untuk mengetahui lebih jauh apa itu Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Purbalingga, khususnya dalam membangun kreativitas dan solidaritas.
”PPDI Purbalingga terus berusaha dalam kepengurusannya dalam merekrut disabilitas-disabilitas yang ada di Purbalingga. Dalam pembahasan ini, Kholid mengawali pembicaraannya dengan menjelaskan apa itu PPDI hingga pengadaan ketrampilan di PPDI Purbalingga sebagai bentuk usaha untuk bekal para disabilitas.
Saat ini, Kholid menyebutkan bahwa jumlah disabilitas yang ada di PPDI Purbalingga berjumlah ribuan. Mulai dari usia remaja, dewasa, hingga lansia. Sebanyak 50% PPDI Purbalingga diisi oleh tunadaksa serta terdapat pula tunawicara dan tunanetra.
Di balik isu aksesibilitas yang masih menjadi persoalan di PPDI Purbalingga. Dalam kepengurusannya, PDDI Purbalingga mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk membekali para disabilitas dalam peluang usaha mandiri. Kholid menyampaikan, dalam setiap tahunnya diadakan minimal satu kali pelatihan, ”Pelatihan-pelatihan memang kita 1 tahun itu sekali, gitu. Karena kita juga dari pengurus, kan mencari dari relawan juga untuk melatih keterampilan disabilitas.”
Kholid menambahkan, pelatihan yang diadakan oleh PPDI Purbalingga meliputi pelatihan membatik dan membuat tusuk sate. Dalam hal ini, disabilitas pun mempunyai potensi dalam kretivitas dan solidaritas yang diwujudkan dalam hal tersebut secara bersama-sama.
Pada akhirnya, pembahasan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberitahukan kepada publik bahwa seseorang dengan keterbatasan mental dan fisik serta perhatian pemerintah Purbalingga bukan menjadi suatu kendala besar untuk membangun kreativitas dan solidaritas dalam keterbatasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....