Pemadaman Listrik Masyarakat Dirugikan, Satarudin: PLN Harus Terbuka?
- 06 Jul 2026 08:18 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Pontianak dan sejumlah wilayah Kalimantan Barat menuai sorotan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha, pemadaman yang berlangsung hingga enam jam tanpa kepastian waktu pemulihan.
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menilai PT PLN (Persero) belum memberikan penjelasan publik terkait penyebab maupun estimasi berakhirnya krisis listrik tersebut. Satarudin menegaskan, masyarakat berhak memperoleh informasi yang transparan mengenai kondisi sistem kelistrikan yang sedang terjadi.
"Jangan biarkan masyarakat hanya menunggu tanpa kepastian. PLN harus terbuka, apa persoalannya, berapa lama penanganannya, dan kapan listrik benar-benar kembali normal," kata Satarudin.
Ia mengatakan pemadaman berkepanjangan telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, perkantoran, pelaku UMKM, hingga sektor perdagangan.
Tidak sedikit warga yang mengeluhkan kerusakan peralatan elektronik akibat listrik yang padam dan menyala berulang kali.
Satarudin meminta PLN segera menghadirkan solusi konkret, bukan hanya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sebagai gangguan biasa karena sudah berlangsung selama dua hari dengan durasi pemadaman yang mencapai sekitar enam jam di sejumlah kawasan.
Saat ini PLN menerapkan pemadaman bergilir di berbagai wilayah dengan durasi sekitar empat hingga enam jam per kelompok pelanggan. Namun hingga Sabtu, 4 Juli 2026, banyak masyarakat masih mengeluhkan padamnya listrik yang kembali terjadi di sejumlah kawasan.
DPRD Kota Pontianak berharap PLN segera menuntaskan perbaikan sistem sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi kepada masyarakat agar pelanggan memperoleh informasi yang akurat dan tidak hanya mengandalkan kabar yang beredar di media sosial.
Kekecewaan juga datang dari sejumlah warga yang mengaku dirugikan akibat pemadaman listrik yang terjadi berulang selama dua hari terakhir.
Rina, warga Kecamatan Pontianak Kota, mengaku aktivitas usahanya terganggu karena listrik padam hingga berjam-jam. Selain menurunkan pendapatan, pemadaman tanpa kepastian membuat pelanggan enggan datang.
"Sudah dua hari begini. Hari pertama hampir enam jam padam, hari ini padam lagi. Kami tidak tahu sampai kapan. Kalau memang ada gangguan, sampaikan saja secara jelas supaya kami bisa mengantisipasi," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Andi, warga Pontianak Selatan. Ia mengaku kesal karena listrik beberapa kali padam dan menyala kembali dalam waktu singkat, sehingga dikhawatirkan dapat merusak peralatan elektronik di rumah.
"Yang bikin kesal itu bukan hanya padamnya, tapi informasinya tidak jelas. Kadang listrik hidup sebentar lalu mati lagi. Kami jadi waswas televisi, kulkas, dan alat elektronik lainnya rusak," katanya.
Sementara itu, seorang pelaku usaha kuliner di Pontianak Barat, Yanto, mengatakan pemadaman listrik menyebabkan bahan makanan yang memerlukan pendingin mulai terancam rusak. Ia berharap PLN segera menyelesaikan gangguan tersebut dan memberikan kepastian kepada pelanggan.
"Kami bayar listrik tepat waktu, jadi wajar kalau kami menuntut pelayanan yang baik. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena listrik padam berulang tanpa kepastian," ujarnya.
Sejumlah warga juga mengeluhkan sulitnya memperoleh informasi mengenai jadwal maupun durasi pemadaman.
Mereka berharap PLN lebih aktif menyampaikan perkembangan penanganan gangguan melalui berbagai kanal resmi sehingga masyarakat tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih menyampaikan, pemadaman bergilir ini akan berlangsung selama sepekan. PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa saat ini terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.
Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal. Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN melakukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai dengan kebutuhan operasional.
"Adapun kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batubara, yang saat ini dalam kondisi aman," kata Zarkasih dalam keterangannya kepada RRI Pontianak, Senin, 6 Juli 2026.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan pasokan listrik dengan memaksimalkan pemanfaatan pembangkit yang tersedia dan menambah pasokan listrik dengan pengoperasian pembangkit dari mitra kerja sehingga meminimalkan dampak kepada pelanggan.
"Adapun proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan. PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dan akan menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN," ungkapnya.
Dalam hal ini, PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga secara luas. PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan dukungan seluruh pelanggan selama proses pemulihan berlangsung," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....