Comots Ajak Masyarakat Bangun Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Langkah Sederhana

  • 04 Jul 2026 14:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Peringatan Hari Bebas Plastik Sedunia menjadi momentum bagi Komunitas Comots untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Edukasi tersebut disampaikan melalui berbagai kegiatan, termasuk Workshop Paperseed yang mengenalkan pemanfaatan kembali kertas bekas.

Founder Comots, Ermit Three (Mimot), mengatakan peringatan lingkungan seharusnya menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak menggunakan plastik. Menurutnya, setiap momentum tersebut lahir karena adanya persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama.

"Kita harus mulai lebih bijak dalam menggunakan plastik. Kalau sebuah hari diperingati berarti ada alasan dan ada peristiwa yang melatarbelakanginya," kata Mimot.

Anggota Comots, Mela, menambahkan langkah pencegahan lebih penting dibandingkan hanya mengolah sampah setelah menumpuk. Salah satunya dengan membiasakan membawa tas belanja sendiri agar penggunaan plastik sekali pakai dapat dikurangi.

"Daripada menggunakan plastik tetapi tidak bisa bertanggung jawab, lebih baik kita mencegahnya. Mulai saja dari membawa tote bag sendiri," ujar Mela.

Selain mengurangi plastik, Comots juga mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah. Menurut Mela, barang-barang bekas seperti kardus masih memiliki nilai manfaat jika dikreasikan kembali.

Sementara itu, Tina yang merupakan relawan Comotz memilih membiasakan membawa tumbler sebagai upaya sederhana mengurangi sampah plastik sekali pakai. Ia juga mengajak masyarakat tidak ragu memungut sampah yang berserakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

"Kalau saya mulai latihan membawa tumbler supaya bisa mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," tutur Tina.

Mimot menilai perubahan perilaku masyarakat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menghabiskan makanan agar tidak menjadi sampah. Ia juga mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos maupun eco-enzyme sehingga limbah rumah tangga dapat dikelola dengan lebih baik.

"Lebih baik mencegah daripada mengolah. Kita mulai mengurangi sampah dari kebiasaan sehari-hari, termasuk makan sampai habis," kata Mimot.

Melalui berbagai program edukasi, Comots berharap masyarakat semakin memiliki kesadaran dan kebijaksanaan dalam memperlakukan lingkungan. Menurut mereka, perubahan besar untuk menjaga bumi selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....