Pesona Siluk Merah, Sang "Ikan Naga" Purba Endemik Kalimantan Barat yang Mendunia

  • 04 Jul 2026 07:01 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Ikan siluk merah atau yang lebih dikenal secara global sebagai Arwana Super Red (Scleropages formosus) merupakan salah satu satwa air tawar purba legendaris yang masih bertahan hingga saat ini. Satwa eksotis dari keluarga Osteoglossidae ini dikategorikan sebagai ikan primitif karena struktur anatomi tubuhnya yang hampir tidak berubah sejak jutaan tahun lalu.

Habitat asli dari predator air tawar ini terletak di kawasan hutan gambut Kalimantan Barat, khususnya di sepanjang aliran Sungai Kapuas dan ekosistem Danau Sentarum. Lingkungan perairan air hitam (black water) yang kaya akan material organik tersebut menjadi faktor utama yang memicu evolusi warna merah pekat dan berkilau pada sisik mereka.

Selain warna merahnya yang memikat, keunikan fisik siluk merah terletak pada keberadaan dua buah sungut di ujung bibir bawahnya yang berfungsi sebagai sensor navigasi berburu. Kombinasi tubuh pipih memanjang, gerakan renang yang anggun, serta sungut tersebut membuatnya terlihat menyerupai sosok Liong atau Naga dalam mitologi Tionghoa.

Daya tarik visual yang menyerupai naga ini membawa berkah tersendiri bagi siluk merah dalam dunia perdagangan ikan hias internasional. Di kalangan pencinta seni Feng Shui, memelihara ikan yang dijuluki "King of Fish" ini dipercaya dapat membawa simbol keberhasilan, keperkasaan, serta kejayaan bagi pemiliknya.

Sebagai predator permukaan (surface feeder), ikan purba ini memiliki rahang kokoh serta susunan gigi yang sangat kuat untuk menyergap mangsanya. Makanan alami mereka di alam liar sangat bervariasi, mulai dari mikrokrustasea, serangga, katak, hingga ikan-ikan kecil yang melintas di dekat permukaan air.

Karena pesonanya yang luar biasa, nilai ekonomis dari varietas arwana kelas pertama (first grade red) ini sangat fantastis dan mampu menembus angka ratusan juta rupiah per ekor. Bahkan dalam ajang kontes internasional yang diselenggarakan di Tiongkok, seekor siluk merah dengan kualitas anatomi sempurna pernah mencetak rekor harga jual hingga Rp875 juta.

Sayangnya, popularitas yang sangat tinggi ini berbanding terbalik dengan populasi mereka di alam liar yang kian menyusut akibat perburuan ilegal dan kerusakan habitat. Berdasarkan penilaian International Union for Conservation of Nature (IUCN), status konservasi siluk merah saat ini telah masuk ke dalam kategori terancam punah (Endangered).

Meskipun masuk dalam status perlindungan ketat Appendix I CITES, perdagangan internasional siluk merah tetap diperbolehkan secara hukum dengan syarat yang sangat ketat. Setiap individu ikan yang diperdagangkan secara legal wajib berasal dari hasil penangkaran budidaya serta dilengkapi dengan sertifikat resmi dan microchip khusus.

Sumber
  1. Wikipedia bahasa Indonesia: Artikel "Siluk merah" & "Arwana Kalimantan". (Menjelaskan taksonomi keluarga Osteoglossidae, karakteristik fisik mirip naga, varietas warna, serta habitat asli di Sungai Kapuas dan Danau Sentarum).
  2. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia: Nomor 2 Tahun 2021 tentang Maskot Ikan Hias Nasional. (Menetapkan Siluk Merah/Arwana Kalimantan sebagai Maskot Nasional Ikan Hias Air Tawar).
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....