Iming-Iming Dana Belasan Juta, Skema Penipuan Gas LPG Gratis Marak di Facebook

  • 30 Jun 2026 14:39 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Lini masa media sosial baru-baru ini digegerkan oleh aksi tipu-tipu digital dari sebuah akun anonim bernama “Program Bantuan Masyarakat” yang mengobral janji manis. Modus yang dilancarkan adalah menjanjikan paket distribusi tabung gas melon cuma-cuma yang dibarengi dengan suntikan modal tunai sebesar Rp10 juta bagi siapa saja yang bersedia menyetor data lewat aplikasi Telegram.

Hingga akhir Juni, taktik penipuan ini terbukti sukses memancing interaksi masif dari para pengguna media sosial yang kurang waspada. Terpantau ada lebih dari 500 tanda suka dan ratusan komentar yang membanjiri unggahan tersebut, serta puluhan kali dibagikan ulang.

Dilansir dari TurnBackHoax.ID, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo langsung melakukan penelusuran digital untuk memverifikasi keabsahan klaim bantuan tersebut. Hasil pemeriksaan membuktikan bahwa akun penyebar informasi itu sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan instansi pemerintahan mana pun.

Otoritas resmi yang memegang kendali penuh atas regulasi energi dan penyaluran LPG di tanah air adalah Kementerian ESDM. Setelah dicek, kanal media sosial resmi milik lembaga negara tersebut memiliki nama akun valid “kesdm”, bukan akun komunitas umum.

Tim investigator juga melakukan pemeriksaan forensik terhadap nomor kontak yang tercantum dalam pamflet menggunakan aplikasi Getcontact. Hasil pelacakan identitas nomor tersebut sama sekali tidak menunjukkan adanya kredensial atau keterangan resmi yang terafiliasi dengan lembaga pemerintah.

Melalui penelusuran mesin pencari dengan kata kunci terkait, tidak ditemukan satu pun kebijakan dari sumber kredibel yang membenarkan adanya program bagi-bagi komoditas tersebut. Kementerian terkait tidak pernah merilis skema bantuan bernilai fantastis lewat ruang percakapan instan pribadi.

Umpan berupa bantuan sosial instan di tengah himpitan ekonomi seperti ini sengaja dieksploitasi pelaku kejahatan siber demi keuntungan sepihak. Jangan pernah sekali-kali menyerahkan identitas sensitif atau menghubungi nomor asing tersebut jika tidak ingin menjadi korban peretasan maupun pemerasan digital berikutnya. Informasi ini sengaja diciptakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan disinformasi dan menjaring korban penipuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....