Waspada Hoaks Bantuan Dana Miliaran Rupiah untuk Masyarakat Non-Muslim
- 24 Feb 2026 13:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengeklaim adanya bantuan dana sebesar Rp200 juta hingga Rp2 miliar bagi masyarakat non-muslim dan rumah ibadah. Narasi tersebut menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk mendukung operasional gereja, pura, hingga pekong di seluruh Indonesia.
Faktanya, mengutip laman resmi TurnBackHoax, Kementerian Agama RI melalui akun resmi @kemenag_ri dan @kemenagbimaskristen telah membantah keras klaim bantuan dana tersebut. Pihak kementerian menegaskan bahwa informasi mengenai penyaluran dana yang mencatut nama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen adalah hoaks atau berita bohong.
Kementerian Agama juga menyoroti adanya surat palsu terkait "Direct Aid Program" hasil kerja sama dengan Australia yang digunakan untuk menipu warga. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi pemerintah dalam mencari informasi bantuan.
Hasil penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa cuplikan presenter televisi yang muncul dalam video tersebut adalah hasil manipulasi teknologi AI. Presenter tersebut sebenarnya sedang membacakan berita mengenai peristiwa banjir, bukan membahas dana bantuan sebagaimana dicitrakan dalam video palsu itu.
Video asli yang digunakan sebagai bahan manipulasi diketahui berasal dari unggahan tentang bencana alam di Batang Toru, Sumatera Selatan. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan ini sengaja dilakukan untuk meyakinkan publik agar percaya pada narasi bantuan fiktif tersebut.
Hingga saat ini, unggahan menyesatkan itu telah ditonton ratusan ribu kali dan memicu ribuan reaksi dari pengguna media sosial yang terjebak informasi salah. Konten ini dikategorikan sebagai fabricated content atau konten palsu yang dirancang untuk tujuan penipuan atau penyesatan opini.
Masyarakat diharapkan tidak memberikan data pribadi atau menanggapi instruksi apapun dari akun "Pdt. Samuel Akihary" atau akun serupa lainnya. Selalu lakukan verifikasi mandiri melalui situs resmi kementerian sebelum mempercayai informasi pembagian dana dalam jumlah besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....