Tujuh Dosa Besar Penghalang Seseorang Masuk Surga

  • 27 Jun 2026 20:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Umat Muslim diingatkan untuk senantiasa mewaspadai tujuh jenis dosa besar (al-mubiqat) yang dapat membinasakan pahala amalan dan menjadi penghalang utama seseorang masuk ke dalam surga. Hal itu dijelaskan Ustaz Saefudin Kamali dalam Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto, pada Jum’at (26/6/2026).

Ustaz Kamali menjelaskan sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim mengenai perintah Nabi Muhammad SAW untuk menjauhi tujuh perkara yang membinasakan. Ketujuh dosa tersebut meliputi syirik (menyekutukan Allah), sihir, membunuh jiwa tanpa alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, serta menuduh wanita mukminah yang baik melakukan zina.

Ia menekankan bahwa dari seluruh daftar tersebut, menyekutukan Allah atau syirik merupakan tingkatan dosa yang paling tinggi dan tidak akan mendapatkan ampunan di akhirat kelak jika pelakunya tidak bertobat sebelum ajal menjemput. Bahkan jika dosa-dosa tersebut dibawa hingga mati tanpa sempat bertobat, pelakunya terancam menghadapi kebinasaan yang abadi di akhirat.

"Dosa paling super adalah asy-syirku billah, menyekutukan Allah. Beribadah kepada makhluk... Asal makhluk dimintai sesuatu, makhluk dijadikan Tuhan, makhluk dijadikan piandel (pegangan) dalam kekuatan hidupnya, maka ini masuk dalam kategori menyekutukan Allah," ujarnya.

Selain syirik, praktik sihir juga menjadi sorotan tajam karena melibatkan persekutuan antara manusia dengan jin kafir yang merusak akidah. Sementara dalam aspek sosial, praktik mencekik sesama manusia melalui transaksi keuangan yang batil atau riba juga dinilai sebagai dosa besar yang merontokkan pahala kebaikan lainnya.

Kendati ancaman terhadap ketujuh dosa tersebut sangat berat, Ustaz Saefudin memberikan penegasan bahwa pintu rahmat Allah senantiasa terbuka lebar bagi hamba-Nya selama mereka masih hidup di dunia. Sifat penghalang surga dari dosa-dosa besar ini hanya berlaku jika pelakunya menutup usia dalam keadaan belum sempat memohon ampunan.

"Dosa itu akan menjadi penghalang masuk surga kalau sampai mati tidak bertobat. Tapi kalau kemudian sebelum meninggal dia bertobat, maka itu semuanya akan diampuni oleh Allah," pungkasnya.

Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak untuk terus menghidupkan getaran iman dalam hati. Hal itu dapat dilakukan dengan cara menjauhi kemusyrikan, menghentikan segala perbuatan maksiat, serta segera melakukan taubatan nasuha demi meraih ketenangan hidup dan jaminan keselamatan di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....