Strategi KPID Jateng Hadapi Tantangan Media Kekinian

  • 26 Jun 2026 14:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lembaga penyiaran di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Penyiaran "Strategi Berjaya Lembaga Penyiaran di Era Kekinian " bersama 51 Lembaga penyiaran di Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Aston Purwokerto pada Rabu, (24/06/ 2026) pukul 13.00 - 17.00 WIB.

Kegiatan ini sengaja diinisiasi oleh KPID Jawa Tengah untuk membekali para pelaku industri penyiaran lokal agar mampu beradaptasi dan menjawab berbagai tantangan kekinian di era disrupsi media. Komisioner KPID Jawa Tengah, Hendrik SP. Hutabarat, SE. SH., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi krusial mengingat adanya migrasi besar-beasaran audiens dari media konvensional ke platform digital. "Kegiatan hari ini dikhususkan untuk bagaimana kita dari KPID itu menyiapkan kawan-kawan dari lembaga penyiaran untuk menghadapi migrasi dan transformasi digital. Saat ini pendengar lebih cenderung berpindah ke media online dan sosial media," ujar Hendrik saat diwawancarai di sela-sela acara.

Dalam pemaparannya, Hendrik membawakan materi yang berfokus pada adaptasi SDM, inovasi konten, serta transformasi multiplatform. Menurutnya, insan penyiaran saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan keahlian konvensional. Mereka dituntut harus bisa memproduksi konten yang ramah untuk media sosial seperti Instagram hingga TikTok demi menggaet generasi muda (Gen Z).

Selain menghadirkan materi dari internal KPID, acara ini juga diperkaya oleh perspektif dari akademisi dan praktisi yang berkompeten di bidangnya, yaitu :

1. Prof. Dr. Suliyanto (Akademisi Digital Marketing Universitas Jendral Soedirman) yang menyampaikan materi mengenai strategi transformasi marketing media penyiaran lokal di era digital agar tetap kompetitif dan mandiri secara bisnis.

2. Dicky Hendro Wicaksono, ST (Station Manager Solo Radio) yang berbagi pengalaman mengenai proses berevolusinya radio siaran. Solo Radio menjadi contoh sukses bagaimana sebuah stasiun radio lokal mampu mendiversifikasi pendapatan melalui monetisasi platform digital dan bisnis Event Organizer (EO).

Melalui program edukasi berkelanjutan ini, KPID Jawa Tengah optimistis industri penyiaran tidak akan tenggelam, melainkan justru berkembang lebih maju jika dibekali dengan kecakapan baru yang relevan. "Harapannya tentu industri penyiaran akan terus berkembang. Selama ini kita tahu banyak yang bilang kalau ini sunset industry. Dengan adanya pelatihan ini, KPID berharap kawan-kawan memiliki skill tambahan dan sumber pendapatan lain untuk tetap survive," kata Hendrik.

KPID Jawa Tengah berharap sinergi antara regulasi, akademisi, dan praktisi ini dapat menciptakan iklim penyiaran Indonesia yang semakin sehat, berkarakter, dan maju bersama-sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....