Mahasiswa UPR Diterjunkan ke Desa Tahai Jaya untuk Penguatan Pemanfaatan Sekam
- 26 Jun 2026 12:48 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pulang Pisau – Mahasiswa peserta Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Palangka Raya (UPR) Tahun Pendanaan 2026 resmi diterjunkan ke Desa Tahai Jaya, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu, 20 Juni 2026. Program tersebut mengusung tema penguatan usaha budidaya jamur tiram berbasis sekam padi sebagai upaya meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Mahasiswa yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Ketua Pelaksana Program, Made Dirgantara, diterima langsung oleh Kepala Desa Tahai Jaya, Jasimin, bersama perangkat desa. Pertemuan itu menjadi agenda awal untuk melakukan koordinasi, serah terima mahasiswa, serta menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan program bersama pemerintah desa dan mitra.
Program PMM dilaksanakan melalui kemitraan dengan Tim Penggerak PKK Desa Tahai Jaya dan Gapoktan Sido Mukti. Kedua mitra tersebut akan berperan dalam mendukung pelatihan, pendampingan, serta pengembangan usaha budidaya jamur tiram di masyarakat.
Kegiatan ini memanfaatkan sekam padi sebagai media tanam jamur tiram yang memiliki nilai ekonomi. Selain menghasilkan jamur tiram, program juga menerapkan konsep pemanfaatan limbah secara berkelanjutan melalui pengolahan media tanam bekas menjadi kompos, biochar, dan asap cair untuk mendukung sektor pertanian.
Melalui program tersebut, tim pelaksana menargetkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam budidaya jamur tiram berbasis sumber daya lokal. Selain itu, program diharapkan mampu memperkuat peran TP PKK dan Gapoktan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi produktif serta menghasilkan produk turunan yang bernilai tambah.
Ketua Pelaksana Program, Made Dirgantara, mengatakan keterlibatan mahasiswa menjadi sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa dalam memahami kebutuhan masyarakat dan merancang solusi sesuai potensi daerah.
“Sebelum diterjunkan ke lapangan, mahasiswa telah mengikuti pembekalan dan pelatihan budidaya jamur tiram yang meliputi persiapan media tanam, pembuatan baglog, teknik budidaya, pemeliharaan, hingga pengelolaan usaha. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mendampingi masyarakat selama pelaksanaan program,” katanya, Kamis, 25 Juni 2026.
Kegiatan penerjunan mahasiswa pada 20 Juni 2026 menandai dimulainya rangkaian Program PMM di Desa Tahai Jaya. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, TP PKK, dan Gapoktan diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Program ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha budidaya jamur tiram sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menciptakan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Tahun Pendanaan 2026 tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (Neny Kurniawati)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....