Memahami Al-Qur'an Perlu Gabungkan Pendekatan Teks dan Konteks
- 24 Jun 2026 09:17 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto– Pemahaman terhadap Al-Qur'an tidak cukup dilakukan hanya melalui pembacaan teks semata. Umat Islam perlu menggabungkan pendekatan tekstual dan kontekstual agar pesan Al-Qur'an dapat dipahami secara utuh dan relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Dosen Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Ismail, Lc., M.Hum., menjelaskan bahwa pendekatan tekstual merupakan cara memahami Al-Qur'an melalui aspek kebahasaan, seperti lafaz, makna kata, struktur bahasa, hingga kajian semantik. Pendekatan ini penting karena menjadi dasar dalam memahami isi kandungan ayat.
"Tekstualisme itu fokus pada teks Al-Qur'an, pada lafaznya, makna katanya, akar katanya, dan kajian linguistiknya. Persoalannya muncul ketika pemahaman berhenti hanya pada teks tanpa melihat konteks yang melatarbelakanginya," kata Ismail dalam dialog interaktif RRI Purwokerto.
Menurutnya, selain memahami teks, umat Islam juga perlu memperhatikan konteks turunnya ayat, kondisi sosial masyarakat saat itu, serta tujuan hukum Islam yang ingin diwujudkan. Pendekatan inilah yang dikenal sebagai kontekstualisme dalam studi Al-Qur'an.
"Kontekstualisme melihat apa yang ada di luar teks. Misalnya asbabun nuzul, kondisi sosial masyarakat, nilai dasar ayat, dan maqashid syariah yang menjadi tujuan dari sebuah hukum," ujarnya.
Ismail menilai kedua pendekatan tersebut tidak dapat dipertentangkan. Justru keduanya harus berjalan beriringan agar menghasilkan pemahaman keagamaan yang moderat dan mampu menjawab tantangan zaman.
Ia menegaskan bahwa pemahaman yang terlalu tekstual berpotensi melahirkan sikap kaku dalam beragama. Sebaliknya, pemahaman yang hanya mengandalkan konteks tanpa memperhatikan makna teks juga dapat menghilangkan substansi ajaran Al-Qur'an.
"Kalau hanya tekstual bisa jatuh pada kekakuan. Kalau hanya kontekstual tanpa peduli teks, juga bisa kehilangan pijakan. Karena itu yang dibutuhkan adalah pembacaan yang komprehensif antara teks dan konteks," katanya.
Menurut Ismail, pendekatan tersebut sangat relevan diterapkan di Indonesia yang memiliki keragaman budaya, etnis, dan agama. Dengan pemahaman yang utuh, ajaran Islam dapat menjadi sumber kedamaian dan memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....