Doa Adalah Kompas, Aksi Nyata Adalah Tindakannya: H. Kusnan, M.Ag Ajak Masyarakat Seimb
- 24 Jun 2026 06:46 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Doa dan ikhtiar merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seorang Muslim. Doa menjadi penunjuk arah yang membimbing langkah manusia, sementara aksi nyata adalah bentuk pelaksanaan dari harapan dan permohonan yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan oleh H. Kusnan, M.Ag dalam sebuah kajian keagamaan yang menyoroti pentingnya keseimbangan antara spiritualitas dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut H. Kusnan, banyak orang yang memahami doa hanya sebagai sarana memohon kepada Allah, namun kurang menyadari bahwa doa juga harus diiringi dengan usaha yang sungguh-sungguh. Ia mengibaratkan doa sebagai kompas yang menunjukkan tujuan dan arah perjalanan, sedangkan aksi nyata merupakan langkah kaki yang membawa seseorang menuju tujuan tersebut.
“Doa adalah kompas kehidupan. Ia menunjukkan ke mana kita harus melangkah dan kepada siapa kita menggantungkan harapan. Namun kompas tidak akan membawa kita ke tujuan jika kita tidak berjalan. Karena itu, aksi nyata adalah tindakannya, wujud kesungguhan kita dalam merealisasikan apa yang kita doakan,” ujar H. Kusnan, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa ajaran Islam menempatkan doa dan ikhtiar sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi. Seseorang yang hanya berdoa tanpa berusaha akan sulit mencapai hasil yang diharapkan. Sebaliknya, usaha tanpa doa dapat membuat manusia lupa bahwa keberhasilan sejatinya berasal dari pertolongan Allah SWT.
| Baca juga: Berikut Ini Cara Muhasabah Diri yang Tepat |
H. Kusnan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa perubahan membutuhkan tindakan nyata dari manusia. Doa menjadi kekuatan spiritual yang menggerakkan hati, sementara usaha menjadi sarana untuk mewujudkan perubahan yang diinginkan.
Selain itu, ia juga mengingatkan firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 39: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
Menurutnya, ayat ini memberikan pelajaran bahwa setiap cita-cita, harapan, dan doa harus disertai dengan kerja keras, disiplin, dan kesungguhan.
Dalam kesempatan tersebut, H. Kusnan juga mengangkat teladan Rasulullah SAW yang selalu memadukan doa dengan ikhtiar. Ketika menghadapi berbagai tantangan dakwah, Rasulullah tidak hanya berdoa memohon pertolongan Allah, tetapi juga menyusun strategi, membangun persaudaraan, dan melakukan langkah-langkah nyata untuk mencapai tujuan.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi: “Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah.”
Hadis ini menjadi prinsip penting bahwa tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik.
Di tengah perkembangan zaman yang penuh tantangan, pesan tentang pentingnya doa dan aksi nyata dinilai semakin relevan. H. Kusnan mencontohkan berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, hingga pembangunan masyarakat yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan harapan semata.
“Kalau kita berdoa agar ekonomi keluarga membaik, maka harus disertai kerja keras dan kreativitas. Jika kita berdoa agar anak-anak menjadi generasi yang saleh dan berprestasi, maka orang tua juga harus mendampingi, mendidik, dan memberikan teladan yang baik,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan individu maupun masyarakat lahir dari perpaduan antara kekuatan spiritual dan kerja nyata. Doa memberikan ketenangan hati, optimisme, serta keyakinan kepada Allah, sedangkan tindakan nyata menjadi bukti keseriusan dalam meraih cita-cita.
H. Kusnan mengajak masyarakat untuk menjadi pribadi yang proaktif, tidak hanya pandai memanjatkan doa tetapi juga berani mengambil langkah-langkah positif dalam kehidupan. Ia menegaskan bahwa setiap doa sejatinya mengandung tanggung jawab untuk diwujudkan melalui tindakan.
“Ketika kita berdoa memohon kesuksesan, maka Allah mengajarkan kita untuk bekerja. Ketika kita berdoa memohon kesehatan, maka kita juga diperintahkan menjaga pola hidup. Dan ketika kita berdoa memohon kemajuan bangsa, maka kita harus berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.
Ia berharap pemahaman ini dapat menumbuhkan semangat masyarakat untuk terus berikhtiar, berinovasi, dan berkarya tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....