Wabup Malra: ASN Harus Naik Kelas dari Pelaksana Teknis Jadi Perancang Kebijakan

  • 22 Jun 2026 15:08 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan pembangunan daerah di masa depan. Karena itu, aparatur sipil negara (ASN) didorong melanjutkan pendidikan ke jenjang magister agar tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga mampu menjadi perancang kebijakan yang strategis, Senin (22/6/2026).

Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, mengatakan daerah membutuhkan lebih banyak ASN yang memiliki kemampuan analisis, kepemimpinan, dan kapasitas pengambilan keputusan berbasis data. Pendidikan pascasarjana merupakan salah satu instrumen penting untuk mencetak aparatur yang mampu menjawab kompleksitas persoalan pembangunan.

"Sarjana adalah pelaksana teknis di lapangan, sedangkan magister merupakan pemimpin strategis yang mampu menganalisis persoalan secara menyeluruh dan mengambil keputusan yang berdampak luas," kata Viali saat membacakan sambutan Bupati Muhammad Thaher Hanubun pada Sosialisasi Program Pascasarjana Universitas Pattimura di Ruang Rapat Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (18/6/2026).

Data Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menunjukkan jumlah ASN yang telah menempuh pendidikan magister maupun doktor masih berada pada angka 4,33 persen. Sementara itu, lulusan Strata Satu (S1) mendominasi komposisi ASN dengan persentase 56,70 persen, disusul lulusan diploma sebesar 26,11 persen.

Menurut Viali, angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk meningkatkan kapasitas aparatur melalui pendidikan lanjutan. Pemerintah daerah telah memberikan contoh nyata dengan memfasilitasi ratusan tenaga kesehatan untuk melanjutkan pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan publik.

"Angka 4,33 persen itu memang kecil, namun justru di situlah peluang besar berada. Kini saatnya ASN di berbagai bidang strategis mengambil kesempatan yang sama," ujarnya.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya penyelarasan program pendidikan tinggi dengan kebutuhan pembangunan Maluku Tenggara. Kurikulum pendidikan pascasarjana diharapkan mampu melahirkan aparatur yang memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta kecakapan dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan daerah.

Viali menegaskan, pemerintah akan memberikan dukungan kepada ASN yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Peningkatan kapasitas akademik merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung pada kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

"Saya tegaskan, ASN yang ingin melanjutkan studi S2 pasti diizinkan. Dari pelaksana teknis, naiklah menjadi perancang kebijakan yang mampu memberikan dampak lebih besar bagi daerah," ucapnya.

Viali mengingatkan bahwa pengalaman kerja saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Pengalaman lapangan harus dipadukan dengan wawasan akademik dan metodologi ilmiah agar aparatur mampu menghasilkan kebijakan yang inovatif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....