Wabup Malra: Kader Ansor Harus Jadi Garda Perdamaian dan Persatuan

  • 22 Mei 2026 12:39 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam menegaskan kader Gerakan Pemuda Ansor harus menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian, persatuan, dan kerukunan masyarakat di tengah tantangan sosial dan keberagaman daerah kepulauan. Militansi kader Ansor bukan diukur dari sikap keras, melainkan dari konsistensi pengabdian dan komitmen menjaga keutuhan bangsa, Jumat (22/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan Viali saat menghadiri pelantikan kepengurusan GP Ansor Cabang Maluku Tenggara dan pembukaan Diklat Terpadu Dasar (Diklatsar) ke-VI di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu, 20 Mei 2026. Ia menilai tema penguatan nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan pembentukan kader militan sangat relevan dengan kondisi kebangsaan dan kehidupan sosial masyarakat saat ini.

“Kader yang militan bukan berarti kader yang keras dan menggunakan kekerasan, melainkan kader yang teguh pendirian, gigih dalam perjuangan, konsisten dalam pengabdian, dan penuh dedikasi dalam mengemban amanah organisasi,” kata Viali.

Viali menjelaskan nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang diwariskan ulama Nahdlatul Ulama bukan sekedar ajaran keagamaan, tetapi pedoman hidup yang mengajarkan moderasi, toleransi, cinta damai, dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks Maluku Tenggara yang hidup dengan keberagaman budaya dan adat, nilai tersebut sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan masyarakat.

“Kader Ansor harus menjadi agen perdamaian, agen perubahan sosial, dan agen pemberdayaan masyarakat yang aktif serta responsif terhadap berbagai tantangan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Viali, posisi GP Ansor sangat strategis karena tidak hanya berperan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga kohesi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mendorong organisasi kepemudaan seperti Ansor untuk terus hadir dalam isu sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan nilai kebangsaan.

Ia juga menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Dengan keseimbangan tersebut, kader Ansor diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat sekaligus memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....