Perjalanan Nabi Nuh Berdakwah
- 20 Jun 2026 23:05 WIB
- Medan
RRI.CO.ID - Medan - Motivasi kuantum dan jalan hidup dakwah Nabi Nuh Alaihissalam, terletak pada energi spiritual tanpa batas dan transformasi kesadaran.
Nabi Nuh di utus oleh Allah SWT untuk menyerukan ajaran Allah pada umat Bani Rasib yang penyembah berhala berupa patung-patung. Dengan kesabaran Nabi Nuh mulai berdakwah kepada umatnya itu untuk menyembah Allah, meninggalkan maksiat dan berbuat kebaikan, akan tetapi tidak lebih dari 80 orang yang terdiri dari orang-orang miskin dan lemah mendengarkan, yang lainnya tidak menghiraukan.
| Baca juga: Meraih Pertolongan Allah Melalui Ibadah |
Dalam kajian Mutiara Pagi, edisi Rabu 17 Juni 2026, Ustadz Muhammad Fadhli Sudiro mengatakan, kisah Nabi Nuh dalam mensiarkan perintah Allah selama 950 tahun banyak rintangan dan kendalan yang dihadapi.
"Berbagai gelombang dan penolakan terus dilakukan olek kaum Rasib. Upaya penolakan pendengaran dan pencerahan dengan memasukan anak jarinya ke telinga serta menutup wajahnya dengan pakaian, tanda penolakan, ' ujarnya.
| Baca juga: Motivasi Quantum Nabi Ibrahim |
Program Mutiara Pagi yang disiarkan langsung oleh Pro1 RRI Medan, dari pukul 05.30 s.d 05 50 WIB turut juga memberi kesempatan bertanya melalui WA 0811616943. Pendengar Afari di Mabar kota Medan bertanya, Ibu saya baru meninggal, sekarang yatim piatu, karena Ayah juga sudah tiada. Do'a terbaik itu adalah dari orang tua, bagaimana Ustadz, ke dua orang tua tiada lagi. Jawab Ustadz, kita selaku anaknya harus selalu mengirim do'a kepada ke dua orang tua yang telah meninggal.
"Bagaimana Nabi Muhammad SAW yang lahir dalam keadaan yatim, kemudian usia 6 tahun Nabi Muhammad, meninggal Ibunya. Jadi apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW menjadi teladan untuk kita ikuti, dengan mendirikan salat, dalam salatnya mendo'akan kepada ke dua orang tuanya, kita bersedekah, niatkan kepada orang tuanya, bakdalkan hajinya walau kita sudah berhaji, kita berqurban niatkan kepada orang tuanya, "kata Muhammad Fadhli Sudiro.
Selanjutnya Fajar di Pancing kota Medan, bertanya, di jaman digital saat ini, seperti dakwah, apa yang harus kita lakukan, tanpa orang berpikir, kita sok alim atau pencitraan, kadang iman kita naik turun. Jawabnya, Aku menyuruh mereka dengan cara terang-terangan.
"Dakwah Nabi Nuh, tidak kenal waktu, pagi, siang, sore dan malam, akan tetapi seruan nabi Nuh tidak menambah iman mereka, melainkan mereka lari dari jalan kebenaran itu. Terkait dengan digital, media sosial. Selama ini zaman sudah canggih, banyak cara dan kesempatan untuk berdakwah untuk menyampaikan edukasi pendidikan yang positif, baik melalui youtube, instagram, face book, seperti di RRI Medan ada program Mutiara Pagi, One Day One Ayat, di sharekan orang lain, maka yang mendengarkan juga akan mendapat pahala "ujar Fadhli Sudiro.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....