Remaja Diajak Hindari Pernikahan Dini dan Bullying

  • 12 Jun 2026 21:04 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Upaya pencegahan pernikahan dini dan perundungan terus menjadi fokus program yang dijalankan Duta Genre Sulawesi Tengah Tahun 2025. Berbagai kegiatan sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran remaja dan orang tua mengenai dampak negatif dari pernikahan usia anak maupun tindakan perundungan.

Duta Genre Sulawesi Tengah Tahun 2025, Rivaldi, saat dialog di RRI Palu mengaku sering turun langsung ke wilayah yang masih memiliki angka pernikahan usia anak yang cukup tinggi. Kegiatan edukasi dilakukan dengan menggandeng pemerintah desa, tenaga kesehatan, forum anak, serta berbagai pihak terkait agar pesan yang disampaikan dapat diterima masyarakat secara luas.

Menurutnya, pernikahan usia anak dapat menimbulkan berbagai dampak buruk, terutama bagi kesehatan dan masa depan remaja.

“Pernikahan dini mempunyai dampak yang sangat buruk. Belum siap secara mental, kesehatan, maupun ekonomi, dan berpotensi memicu stunting pada anak yang dilahirkan,” ujarnya.

Selain isu pernikahan dini, dirinya juga menjalankan program bertajuk “Beriman” atau Bersama Rivaldi Hentikan Perundungan. Program tersebut telah dijalankan sejak tahun 2024 dan menyasar pelajar serta remaja di berbagai wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Meski demikian, berbagai tantangan masih dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut. Tidak sedikit masyarakat yang menolak atau mempertanyakan sosialisasi yang dilakukan karena masih kuatnya pengaruh budaya dan kebiasaan yang berkembang di lingkungan mereka.

Namun demikian, ia tetap optimistis bahwa perubahan dapat terwujud melalui edukasi yang berkelanjutan. Dengan dukungan keluarga, pemerintah, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif remaja, diharapkan angka pernikahan dini, perundungan, dan stunting dapat terus ditekan demi menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....