Styrofoam Sulit Terurai dan Berisiko Kesehatan, Akademisi Ingatkan Bahayanya

  • 11 Jun 2026 23:52 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan masih banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, material berbahan polistiren tersebut menyimpan risiko bagi kesehatan manusia sekaligus menjadi ancaman serius bagi lingkungan.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. Tahara Dilla Santi, M.Biomed, mengatakan styrofoam termasuk salah satu jenis limbah yang sulit terurai dan dapat bertahan sangat lama di alam.

Menurutnya, selain berdampak pada lingkungan, styrofoam juga berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Tahara menjelaskan material tersebut mengandung zat kimia seperti stirena dan benzena yang bersifat karsinogenik atau berpotensi memicu kanker.

Ia mengatakan zat-zat tersebut dapat berpindah ke makanan, terutama ketika styrofoam digunakan untuk menyimpan makanan panas, berminyak, atau memiliki tingkat keasaman tinggi.

“Karena itu penggunaan styrofoam untuk wadah makanan perlu dibatasi, terutama untuk makanan yang masih panas,” ujarnya.

Dampak lingkungan yang ditimbulkan juga tidak kalah serius. Limbah styrofoam yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah, sungai, dan laut. Potongan-potongan kecilnya sering kali dikira makanan oleh satwa sehingga dapat membahayakan kehidupan berbagai spesies.

Indonesia sendiri masih menghadapi persoalan sampah plastik yang cukup besar. Keberadaan styrofoam menjadi tantangan tersendiri karena material ini sulit didaur ulang dan membutuhkan biaya pengolahan yang relatif tinggi.

Karena itu, berbagai kampanye pengurangan penggunaan styrofoam terus digalakkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan kembali limbah styrofoam menjadi produk yang memiliki nilai guna sehingga tidak langsung berakhir di tempat pembuangan sampah.

Menurut Tahara, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci penting untuk mengurangi dampak negatif styrofoam terhadap kesehatan dan lingkungan. Ia mengajak masyarakat mulai beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan produk sekali pakai berbahan plastik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....