Hari Donor Darah Sedunia 2026, Tema dan Sejarahnya

  • 02 Jun 2026 07:15 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Setiap tanggal 14 Juni, dunia memperingati Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day sebagai bentuk penghormatan kepada para pendonor darah sukarela yang telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa di berbagai negara.

Peringatan ini dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketersediaan darah yang aman dan memadai. Selain itu, momentum ini juga menjadi ajakan global agar masyarakat menjadikan donor darah sebagai kebiasaan rutin, bukan hanya dilakukan saat keadaan darurat.

Pada peringatan tahun ini, WHO bersama berbagai organisasi kesehatan mengusung tema “Menormalisasi Donor Darah Sukarela” (Normalizing Voluntary Blood Donation). Tema tersebut menekankan pentingnya membangun budaya donor darah secara sukarela dan berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan solidaritas kemanusiaan.

Tanggal 14 Juni dipilih sebagai Hari Donor Darah Sedunia untuk memperingati hari kelahiran Karl Landsteiner, ilmuwan asal Austria yang menemukan sistem golongan darah ABO. Penemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam dunia medis karena memungkinkan proses transfusi darah dilakukan dengan aman dan efektif.

Hari Donor Darah Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2004 dan hingga kini menjadi agenda tahunan yang diperingati di berbagai negara dengan dukungan organisasi kesehatan internasional.

Donor darah memiliki peran penting dalam dunia kesehatan. Darah sangat dibutuhkan dalam berbagai kondisi darurat seperti kecelakaan, operasi besar, komplikasi persalinan, hingga pengobatan penyakit tertentu seperti anemia dan kanker.

Selain membantu menyelamatkan nyawa orang lain, donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan pendonor. Donor darah secara rutin diketahui dapat membantu menjaga keseimbangan kadar zat besi dalam tubuh serta meningkatkan kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan.

Secara umum, seseorang dapat menjadi pendonor darah apabila memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya berusia 17 hingga 60 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, tekanan darah normal, tidak sedang sakit, serta tidak memiliki riwayat penyakit menular tertentu.

Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia, masyarakat diajak untuk aktif menjadi pendonor darah sukarela secara rutin, mengajak lingkungan sekitar untuk ikut berdonor, serta menyebarkan informasi yang benar terkait donor darah.

“Setetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain,” menjadi pesan penting dalam peringatan ini. Dengan donor darah, masyarakat tidak hanya membantu menyelamatkan nyawa, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....