Masyarakat Diminta Terapkan Kebersihan Digital untuk Cegah Kekerasan Online
- 01 Jun 2026 17:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto- Masyarakat diminta menerapkan kebersihan digital atau digital hygiene untuk mengurangi risiko menjadi korban kekerasan berbasis gender online. Langkah tersebut dinilai penting karena aktivitas digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kesadaran pengguna internet menjadi kunci utama dalam pencegahan.
Dr. Ikama Dewi Setia Triana mengatakan pengguna media sosial harus lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi. Data seperti alamat rumah, nomor telepon, identitas kependudukan, maupun lokasi terkini dapat dimanfaatkan untuk tindakan kejahatan. “Jangan sembarangan membagikan data pribadi karena informasi tersebut bisa digunakan untuk melakukan doxxing maupun bentuk kekerasan digital lainnya,” ujarnya.
Selain menjaga data pribadi, masyarakat juga perlu lebih selektif dalam mengunggah foto dan video ke media sosial. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan memungkinkan konten digital dimanipulasi untuk tujuan yang merugikan. “Konten yang kita unggah hari ini bisa saja disalahgunakan melalui teknologi deepfake atau rekayasa digital lainnya,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat memperkuat keamanan akun digital yang dimiliki. Penggunaan kata sandi yang kuat dan fitur Two-Factor Authentication (2FA) dapat meminimalkan risiko pembobolan akun. “Keamanan akun adalah lapisan perlindungan pertama yang harus diperhatikan setiap pengguna internet,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....