Tips Menjaga Berat Badan saat Idul Adha
- 26 Mei 2026 10:33 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Lebaran Haji atau Idul Adha selalu identik dengan momen kebersamaan keluarga yang hangat dan hidangan kuliner yang melimpah. Mulai dari rendang yang kaya bumbu, gulai kambing yang gurih, sate yang menggugah selera, hingga berbagai hidangan bersantan lainnya seolah menjadi menu wajib di meja makan.
Euforia makan besar ini sering kali membuat kita lupa diri, sehingga timbangan berat badan tiba-tiba melesat naik hanya dalam hitungan hari setelah perayaan usai. Menikmati hidangan khas Idul Adha sebenarnya sah-sah saja dan tidak perlu dihindari sepenuhnya.
Kunci utamanya terletak pada bagaimana kita mengendalikan diri dan menjaga porsi makan agar tidak berlebihan. Mengingat sebagian besar hidangan Lebaran Haji kaya akan lemak jenuh dan kalori tinggi, diperlukan strategi cerdas saat menyantapnya.
| Baca juga: Cara Merangkai Bucket Bunga |
Salah satu trik psikologis paling efektif untuk mencegah makan berlebihan adalah dengan mengganti ukuran piring. Saat mengambil hidangan seperti nasi kebuli atau gulai, gunakanlah piring berukuran kecil atau mangkuk kecil.
Secara visual, piring yang lebih kecil akan terlihat penuh meskipun porsi makanannya sedikit. Hal ini dapat memberikan sinyal ke otak bahwa kita sudah makan dalam jumlah banyak, sehingga mencegah keinginan untuk menambah porsi secara berlebihan.
Terapkan prinsip gizi seimbang dengan membagi piring menjadi beberapa bagian. Pastikan setengah dari kapasitas piring diisi oleh sayur-sayuran hijau, lalapan, atau buah-buahan yang kaya serat.
Serat sangat berperan penting dalam memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu melancarkan sistem pencernaan. Selain itu serat juga mengikat sebagian lemak dari daging yang kita konsumsi.
Cobalah untuk mengunyah makanan secara perlahan, setidaknya 20 hingga 30 kali sebelum ditelan. Dengan makan secara lambat akan memberi waktu bagi tubuh untuk menyadari bahwa porsi yang masuk sudah cukup, sehingga kita terhindar dari kondisi kekenyangan yang menyiksa.
Daging kambing dan sapi pada dasarnya adalah sumber protein yang baik, namun cara pengolahan dan pemilihan bagian daging bisa mengubah nilai kalorinya secara drastis. Saat mengambil lauk, pilihlah potongan daging yang minim lemak atau tanpa gajih.
| Baca juga: Jeruk Wokam, Buah Segar Asal Tiongkok |
Selain itu batasi menuangkan kuah gulai atau rendang yang sarat akan santan dan minyak ke atas nasi. Cukup ambil dagingnya saja dan tiriskan sedikit kuahnya untuk mengurangi asupan kalori dan kolesterol jahat.
Jangan lupakan air putih, agar tubuh kita tetap terhidrasi. Sering kali tubuh keliru mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar, yang memicu kita untuk terus camilan setelah makan besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....