Ini Jenis dan Kriteria Kelapa Daksina
- 20 Mei 2026 07:32 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID., Denpasar : Kelapa merupakan unsur yang selalu ada dalam pembuatan upakara atau banten di Bali. Kelapa ini digunakan sebagai sarana dalam pembuatan banten yang disebut daksina. Daksina ini digunakan sebagai sarana utama dalam upacara adat dan keagamaan Hindu di Bali.
Dilansir dari berbagai sumber, Kelapa ini memiliki nilai kultural tinggi, berbentuk bulat, dan dianggap sebagai simbol alam semesta atau Pawitra (air keabadian).Kelapa yang dipilih untuk daksina adalah jenis kelapa khusus.
Jenis kelapa yang paling umum dan ideal digunakan sebagai kelapa daksina adalah kelapa genjah atau kelapa pendek. Di Bali, jenis kelapa daksina ini secara lokal dikelompokkan ke dalam varietas Nyuh Genjahdan Nyuh Dalam (kelapa pohon tinggi). Varietas spesifik kelapa genjah eksotik yang dibudidayakan secara resmi untuk memenuhi kebutuhan ritual upakara daksina yaitu Kelapa Genjah Salak, Kelapa Genjah Kuning Bali dan Kelapa Genjah Merah Bali.
Pertama adalah Kelapa Genjah Salak. Varietas ini memiliki ukuran buah cenderung bulat, seragam dan pas untuk dimasukkan ke dalam wadah bedogan daksina. Kebun induk kelapa ini banyak dikembangkan di wilayah Bedulu, Gianyar.
Kedua yaitu Kelapa Genjah Kuning Bali (Nyuh Bulan). Kelapa ini memiliki karakteristik warna kulit buah kuning keputihan. Selain daksina, jenis kelapa ini juga sering digunakan untuk sarana upakara Dewa Yadnya karena melambangkan kesucian.
Ketiga adalah Kelapa Genjah Merah Bali (Nyuh Gading). Kelapa ini memiliki warna kulit buah merah jingga (gading). Jenis ini melambangkan Dewa Brahma dan kerap menjadi komponen penting dalam berbagai tingkatan banten.
Tidak semua ketiga jenis buah kelapa ini bisa langsung dijadikan kelapa daksina. Buah yang dipilih harus memenuhi kriteria adat sebagai berikut.
Ukuran kelapa bulat dan kecil karena harus muat di dalam keranjang daksina (bedogan). Itulah mengapa kelapa genjah lebih dipilih dibanding kelapa dalam komersial yang buahnya terlalu besar.
Kelapa yang dipilih sudah tua atau disebut Nyuh. Kelapa daksina harus sudah tua, kering, dan memiliki kulit serat yang siap dikupas. Sedangkan kelapa yang masih muda atau bungkak/kelungah tidak digunakan untuk daksina melainkan untuk banten pebersihan/penglukatan.
Kelapa masih utuh dan bersih. Artinya setelah dikupas (dikitikit), kulit batoknya harus dibersihkan dari serabut kasar hingga halus tanpa merusak batok atau area "mata" kelapa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....