PLTMG Ungkap Penyebab Kelistrikan Baubau Padam 10 Jam

  • 14 Mei 2026 12:13 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Padam listrik yang melanda Kota Baubau dan sekitarnya kurang lebih selama 10 jam pada Rabu, 13 Mei 2026, dipicu akibat gangguan pada sistem kontrol Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Baubau.

Gangguan terjadi sekitar pukul 10.00 WITA dan menyebabkan distribusi listrik ke jaringan PLN terganggu hingga malam hari. Pasokan listrik dari PLTMG baru kembali normal sekitar pukul 20.30 WITA.

Manajer Unit PLTMG Baubau, Sigit Pramono menjelaskan, gangguan diduga berasal dari sistem kontrol yang mengatur pompa suplai bahan bakar ke mesin pembangkit. Akibat gangguan itu, pompa penyalur bahan bakar solar berhenti bekerja.

"Penyebabnya sistem kontrol kami yang ada gangguan. Tapi untuk memastikan biar tidak terjadi lagi, kita melakukan investigasi kehandalan agar kejadian gagalnya pompa supplay bahan bakar ke empat mesin kami, tidak terjadi lagi,"ungkap Sigit dikonfirmasi rri.co.id, Kamis 14 Mei 2026

Ia menjelaskan, sistem kontrol berfungsi mengatur kerja pompa bahan bakar solar yang menyuplai empat mesin pembangkit. Dalam kondisi normal, jika satu pompa mengalami gangguan, sistem otomatis akan mengalihkan operasi ke pompa cadangan.

Namun saat kejadian kata Sigit, mekanisme perpindahan otomatis itu tidak berjalan karena sistem kontrol bermasalah. Akibatnya, pompa bahan bakar berhenti bekerja dan suplai ke mesin terganggu.

"Jadi sebenarnya sistem kontrol itu mengatur akan melakukan changeover atau pindah pompa ke yang spare (cadangan), agar beroperasi. Cuman kemarin kondisi itu gagal karena sistem kontrol kami itu tadi ada gangguan,"jelasnya.

PLTMG Baubau juga menduga faktor cuaca dapat memengaruhi gangguan tersebut. Tingginya kelembapan akibat hujan beberapa hari terakhir dinilai berpotensi memengaruhi peralatan elektrikal dan kontrol pembangkit.

Sigit mengatakan, untuk mencegah kejadian serupa, tim engineer dari kantor pusat telah diterjunkan ke Baubau guna mengevaluasi dan memeriksa keandalan sistem kontrol pembangkit.

Saat ini, PLTMG Baubau memiliki empat mesin dengan kapasitas produksi sekitar 39 megawatt. Dalam kontrak operasional, pembangkit tersebut memasok sekitar 30 megawatt ke sistem kelistrikan Baubau.

Pasokan dari PLTMG Baubau menjadi tulang punggung sistem interkoneksi listrik di wilayah Pulau Buton hingga Pulau Muna. Pembangkit ini menyuplai lebih dari 60 persen kebutuhan listrik di dua wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....