Tips Tanamkan Nilai Deradikalisasi sejak Dini

  • 12 Mei 2026 08:13 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID., Denpasar : Dilansir dari berbagai sumber, Deradikalisasi merupakan semua upaya untuk mentransformasi dari keyakinan atau ideologi radikal menjadi tidak radikal dengan pendekatan multi dan interdisipliner (agama, sosial, budaya, dan selainnya) bagi orang yang terpengaruh oleh keyakinan radikal. Menanamkan nilai-nilai deradikalisasi ini sangat penting untuk dilakukan terutama di usia dini.

Mengajarkan nilai-nilai deradikalisasi sejak dini pada dasarnya adalah upaya membangun resiliensi (ketahanan) anak terhadap pengaruh ekstrem. Fokusnya bukan sekadar melarang, melainkan membekali anak dengan kemampuan berpikir kritis dan rasa kasih sayang. Ada beberapa tips praktis yang bisa diterapkan oleh orang tua dan pendidik untuk menanamkan nilai-nilai deradikalisasi ini antara lain sebagai berikut.

Pertama dengan membangun keterbukaan komunikasi dalam keluarga. Keluarga adalah katup pengaman utama bagi anak. Maka dari itu jadilah sahabat anak. Artinya ciptakan suasana rumah yang nyaman agar anak berani bercerita dan bertanya tentang hal sensitif tanpa rasa takut dihakimi. Kemudian aktif mendengarkan anak. Dekati anak secara aktif, terutama jika mereka mulai terlihat tertutup atau introvert. Hal ini untuk mendeteksi dini adanya miskonsepsi pemikiran.

Kedua dengan menanamkan sikap at-tasamuh (toleransi). Pendidikan toleransi ini harus dimulai dari lingkup terkecil. Ini dapat dilakukan dengan cara mengenalkan keberagaman. Kita bisa mengajak anak berinteraksi dengan teman atau tetangga dari latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Guna menanamkan sikap toleransi ini, kita juga bisa menggunakan cerita & dongeng. Gunakan media buku cerita atau film yang mengajarkan nilai perdamaian dan persahabatan antarmanusia.

Ketiga dengan melatih kemampuan berpikir kritis. Anak perlu dilatih untuk tidak menelan informasi secara mentah-mentah. Maka dari itu kita bisa mengajarkan anak untuk membudayakan Tabayyun. Artinya mengajarkan anak untuk selalu memverifikasi informasi dan bertanya mengapa serta bagaimana sebelum mempercayai sesuatu. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan diskusi terbuka. Berikan ruang diskusi mengenai isu-isu lokal atau internasional untuk melatih mereka menimbang berbagai sudut pandang.

Keempat dengan literasi digital sejak dini. Paham radikal sering menyebar melalui media sosial dan konten daring. Jadi, pantau selalu aktivitas digital anak. Awasi apa yang mereka tonton di YouTube atau media sosial. Berikan pemahaman tentang dampak positif dan negatif media digital. Selain itu waspadai pesan tersembunyi. Artinya perhatikan konten seperti lirik lagu atau video pendek yang mengandung pesan kebencian atau permusuhan terhadap kelompok tertentu.

Terakhir dengan penguatan karakter & nilai kebangsaan. Ini dapat dilakukan dengan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Seperti cinta tanah air yaitu dengan mengajarkan lagu-lagu nasional dan nilai-nilai Pancasila yang menekankan persatuan dan keadilan. Serta menanamkan nilai keteladanan. Artinya orang dewasa di sekitar anak harus memberikan contoh nyata dalam sikap saling menghargai dan tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....