Pemerintah Salurkan Bantuan Subsidi Harga Jagung SPHP Bagi Peternak
- 11 Mei 2026 17:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Pemerintah Kabupaten Kendal menyalurkan bantuan jagung untuk peternak untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayahnya. Bantuan jagung akan disalurkan kepada para peternak melalui Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal.
Ketua KPUS Kendal Suwardi mengatakan, penyaluran jagung SPHP ini dinilai mampu membantu meringankan beban biaya pakan ternak unggas di tengah kondisi harga bahan baku yang terus meningkat. Penyaluran bantuan jagung program SPHP di Kabupaten Kendal disambut positif para peternak unggas.
"Mudah-mudahan dengan adanya penyaluran jagung SPHP ini bisa mengurangi beban biaya pakan kami,” ujar Suwardi, Senin (11/5/2026). Kendal bakal menerima bantuan jagung SPHP sekitar 19 ribu ton lebih. SPHP jagung tersebut nantinya akan disalurkan kepada para peternak sesuai aturan yang berlaku.
Dalam proses distribusinya, kata dia, Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal menjual jagung dengan harga Rp5.350 per kilogram dan sudah sampai di peternak. "Jumlah peternak di Kendal sekitar 761 peternak. Peternak mikro mendapatkan kuota penyaluran 3 bulan, peternak kecil 2 bulan, peternak menengah 1 bulan, " terang Suwardi.
Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono menyampaikan, penyaluran jagung SPHP ini tujuannya meringankan beban para peternak di tengah melonjaknya harga pakan saat ini. Harga jagung SPHP dari Bulog hanya Rp.5.000 per kilogram, sedangkan koperasi menyalurkan ke peternak dengan harga maksimal Rp.5.500 per kilogram.
"Harapannya dengan adanya bantuan SPHP Jagung dari pemerintah ini harga jagung lebih terjangkau," harapnya saat melepas penyaluran jagung SPHP dari gudang Bulog Semarang. Saat ini harga jagung di tingkat peternak rata-rata mencapai Rp6.300 per kilogram.
Dengan adanya penyaluran jagung SPHP seharga Rp5.000 hingga Rp5.500 per kilogram, kata dia, para peternak diharapkan dapat mengurangi beban biaya pakan. Subsidi harga jagung SPHP tersebut sangat membantu peternak dalam menekan biaya produksi.
"Selain harga pakan yang masih tinggi, saat ini harga telur juga mengalami penurunan. Karena itu kondisi ini harus terus dipantau,” pungkasnya. (FR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....