Lisa Neirasari: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pengelolaan Sampah di Fakfak

  • 08 Mei 2026 17:09 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat edukasi pengelolaan sampah melalui kolaborasi lintas sektor dan organisasi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah dan mengelola sampah dapat meningkat secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Fakfak, Liza Neirasari, mengatakan pihaknya aktif bekerja sama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah yang memiliki tujuan selaras dalam bidang sosialisasi dan edukasi masyarakat. Salah satu kolaborasi dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melalui kegiatan sosialisasi keluarga di sejumlah distrik.

“DP3AP2KB memiliki anggaran sosialisasi terkait keluarga, jadi kami ikut bergabung dan diberikan ruang untuk mengedukasi masyarakat dari segi pengelolaan sampah,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan edukasi tersebut telah dilaksanakan di tiga distrik, yakni Distrik Fakfak Utara, Distrik Pariwari, dan Distrik Fakfak Tengah. Dalam kegiatan itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga.

“Kita ikut dalam sosialisasi terkait keluarga, tetapi kami diberikan ruang untuk mengedukasi masyarakat dari segi pengelolaan sampah," jelasnya.

Selain itu, DLHP Fakfak juga berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK dalam pembentukan struktur bank sampah unit di tingkat masyarakat. Langkah ini dilakukan karena PKK dinilai memiliki jaringan organisasi yang kuat hingga ke tingkat bawah sehingga memudahkan pembentukan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

DLHP Fakfak juga menyiapkan dukungan berupa tempat sampah terpilah yang terdiri dari sampah organik, anorganik, dan residu. Sarana tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sebelum disetorkan ke bank sampah unit.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah turut menggandeng Bank Sampah Indonesia, komunitas lingkungan, serta sejumlah LSM untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan memahami bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata memiliki nilai ekonomis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....