Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLHP Fakfak Ajak Ubah Ubah Pola Pikir pada Sampah
- 04 Jun 2026 09:41 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak– Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah masih menjadi tantangan utama dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Fakfak. Banyak warga yang masih menganggap persoalan sampah sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah, padahal pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga dan individu penghasil sampah.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Fakfak, Liza Neirasari, S.T., M.T., dalam dialog interaktif Fakfak Menyapa yang digelar RRI Fakfak menjelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Menurut Liza, isu sampah masih menjadi perhatian karena penanganannya belum melibatkan seluruh elemen masyarakat secara optimal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
"Masih ada anggapan bahwa sampah adalah urusan pemerintah. Padahal sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita sendiri. Karena itu diperlukan kolaborasi semua pihak agar pengelolaan lingkungan berjalan lebih baik," ujarnya.
Liza menjelaskan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 yang jatuh pada 5 Juni 2026 mengusung tema global yaitu Inspired by Nature, For Climate, For Our Future, yang menekankan pentingnya solusi berbasis alam dalam menghadapi perubahan iklim. Tema tersebut diadopsi pemerintah Indonesia melalui tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan aksi nyata menjaga lingkungan.
Sebagai bagian dari peringatan tersebut, DLHP Fakfak akan menggelar sejumlah kegiatan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ma'ruf Amin, antara lain kampanye lingkungan, penanaman pohon, dan edukasi pengelolaan sampah yang melibatkan berbagai pihak.
Liza mengungkapkan sekitar 60 persen timbulan sampah di Kabupaten Fakfak berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, pengelolaan sampah organik menjadi salah satu fokus yang sedang dikembangkan melalui kerja sama DLHP dengan Karang Taruna Kabupaten Fakfak.
"Kami mendorong masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Sisa makanan dan sampah dapur bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah plastik dapat disalurkan ke bank sampah agar memiliki nilai manfaat," katanya.
Ia menegaskan bahwa apa yang selama ini dianggap sebagai sampah sebenarnya masih memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Karena itu, perubahan pola pikir masyarakat menjadi langkah awal yang harus dibangun secara bersama-sama.
Menurutnya, meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan akan memberikan dampak luas, mulai dari lingkungan yang lebih bersih dan sehat, berkurangnya risiko pencemaran dan bencana lingkungan, hingga tumbuhnya ekonomi sirkular yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Mengubah karakter dan kebiasaan memang membutuhkan waktu. Karena itu kami terus melakukan kampanye, sosialisasi, dan edukasi agar kesadaran masyarakat semakin meningkat. Lingkungan yang sehat hanya bisa terwujud jika semua pihak bergerak bersama," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....