Bahaya Tidur di Mobil dengan AC Menyala

  • 07 Mei 2026 08:59 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Beristirahat sejenak di dalam mobil saat perjalanan jauh kerap menjadi pilihan praktis bagi pengendara yang merasa lelah. Dengan AC menyala, kabin terasa lebih sejuk dan nyaman untuk memulihkan tenaga sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Namun, kebiasaan tersebut ternyata memiliki risiko serius bagi kesehatan dan keselamatan jika dilakukan terlalu lama.

Dilansir dari Car From Japan, tidur di dalam mobil pada dasarnya masih dapat dilakukan dalam kondisi tertentu. Namun, faktor keamanan sangat dipengaruhi oleh lokasi parkir, kondisi kendaraan, sirkulasi udara, serta lamanya waktu berada di dalam kabin dengan mesin menyala.

Risiko utama yang perlu diwaspadai adalah paparan gas karbon monoksida (CO) dari sisa pembakaran kendaraan. Gas beracun ini dapat masuk ke dalam kabin melalui celah ventilasi maupun sistem pendingin udara mobil.

Karbon monoksida merupakan gas yang tidak memiliki warna maupun bau sehingga sulit terdeteksi. Paparan gas tersebut dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen secara perlahan. Kondisi itu dapat memicu gejala seperti pusing, mual, sesak napas, kehilangan kesadaran, hingga berisiko fatal.

Meski kendaraan modern telah dilengkapi teknologi pengendali emisi, risiko kebocoran gas buang tetap dapat terjadi, terutama apabila kendaraan diparkir terlalu lama dengan mesin menyala. Risiko semakin tinggi jika mobil berada di area tertutup seperti garasi, basement, atau lokasi dengan sirkulasi udara yang minim.

Secara umum, tidur di mobil dengan AC menyala saat kendaraan berhenti disarankan tidak lebih dari satu hingga dua jam. Durasi tersebut pun harus disertai kondisi kendaraan yang prima serta lokasi parkir yang terbuka agar sirkulasi udara tetap baik.

Selain memperhatikan durasi, pengendara juga disarankan rutin memeriksa sistem AC dan saluran pembuangan kendaraan untuk memastikan tidak terjadi kebocoran gas berbahaya ke dalam kabin. Memilih tempat istirahat yang aman dan memiliki ventilasi baik dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko selama perjalanan.

Kenyamanan saat beristirahat memang penting, namun faktor keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Tidur terlalu lama di dalam mobil dengan mesin dan AC menyala dapat menimbulkan bahaya yang sering kali tidak disadari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....