Dilema Mahasiswa: antara IPK Tinggi atau Pengalaman Komunitas untuk Dunia Kerja
- 29 Apr 2026 04:29 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Dilema antara mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi atau memperkaya pengalaman di luar kampus masih menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa. Hal ini mencuat dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Palu yang menghadirkan tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako.
Fachri Muhammad Nur, Dela Rahayu, dan Satrio membagikan pandangan mereka terkait pilihan yang kerap membingungkan mahasiswa tersebut. Di satu sisi, IPK dianggap sebagai tolok ukur akademik yang penting, namun di sisi lain pengalaman organisasi dan komunitas dinilai mampu membentuk keterampilan nyata.
Satrio, mengaku sempat lebih fokus mengejar IPK di awal masa kuliah. Menurutnya, hal itu wajar karena mahasiswa baru umumnya ingin menunjukkan performa akademik terbaik.
“Sering kali mahasiswa fokus ke IPK dulu, tapi ternyata di dunia kerja skill juga sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Namun seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa pengalaman di luar kelas juga memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan menghadapi dunia kerja.
Berbeda dengan Satrio, Dela justru menekankan pentingnya keterlibatan dalam komunitas sejak awal. Menurutnya, pembelajaran di kelas saja tidak cukup untuk menghadapi realita dunia kerja yang dinamis.
“Kalau cuma terpaku teori saja, kita bisa kaget saat masuk dunia kerja. Komunitas membantu kita mengasah skill,” kata Dela.
Hal senada juga disampaikan Fachri yang aktif di organisasi kampus. Ia menilai komunitas menjadi ruang belajar praktis yang melengkapi teori yang didapatkan di bangku kuliah. Menurutnya, melalui komunitas, mahasiswa bisa belajar langsung dari pengalaman, termasuk dalam hal komunikasi, kerja tim, hingga produksi konten.
Meski demikian, ketiganya sepakat bahwa IPK tetap memiliki peran penting sebagai syarat administratif, terutama saat melamar pekerjaan. Namun, tanpa didukung kemampuan dan pengalaman, nilai akademik saja dinilai belum cukup.
Ini menggambarkan realita yang dihadapi banyak mahasiswa saat ini, di mana mereka dituntut mampu menyeimbangkan antara prestasi akademik dan pengembangan diri.
Pada akhirnya, keseimbangan antara IPK dan pengalaman menjadi kunci agar mahasiswa tidak hanya siap secara teori, tetapi juga mampu beradaptasi di dunia kerja yang sesungguhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....