Ini Pentingnya APAR Dalam Penanganan Awal Cegah Kebakaran

  • 07 Apr 2026 17:08 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Analis kebakaran dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Andi Matsani, menjelaskan bahwa APAR memiliki peran sangat penting dalam penanganan awal kebakaran ditengah masyarakat. Menurut Andi, penggunaan APAR sangat krusial terutama pada fase awal kebakaran atau yang dikenal sebagai “golden time”.

Ia menyebutkan, waktu ideal penggunaan APAR adalah dalam satu hingga tiga menit pertama sejak api muncul. “Fungsi utamanya adalah untuk memadamkan api dan mencegah penyebaran agar tidak menjadi kebakaran yang lebih besar,” ujar Andy saat dialog bersama Pro 1 Jakarta, Selasa (7 April 2026).

Andy juga menekankan bahwa penggunaan APAR tidak boleh sembarangan dan harus mengikuti prosedur yang benar, yaitu metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep). Prosedur ini meliputi menarik pin dengan jarak aman, mengarahkan ke titik api, menekan tuas secara kontinu, dan menyapukan semprotan ke seluruh area api.

Selain itu, masyarakat perlu memahami bahwa APAR memiliki berbagai jenis sesuai klasifikasi kebakaran, seperti kelas A untuk bahan padat, B untuk cairan, C untuk listrik, dan D untuk logam. Kesalahan dalam memilih jenis APAR dapat menyebabkan api tidak padam atau bahkan memperburuk situasi.

“Dengan menggunakan APAR pada golden time, api bisa segera dikendalikan sebelum terjadi pembesaran atau flashover. Jadi perannya sangat-sangat penting,” kata Andi.

Andi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara petugas dan masyarakat dalam situasi darurat. “Dalam kondisi darurat, semua pihak harus saling membantu. Petugas mungkin lebih terlatih, tetapi masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dasar penggunaan APAR,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat untuk lebih sadar terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing, seperti penggunaan listrik dan gas. Ia juga mendorong setiap rumah tangga untuk memiliki minimal satu APAR guna mengantisipasi kejadian tak terduga.

Sebelumnya, Peristiwa kebakaran sepeda motor di sebuah SPBU di Semarang yang sempat viral di media sosial menjadi sorotan publik. Video kejadian tersebut memunculkan berbagai pertanyaan, terutama terkait tidak segera digunakannya alat pemadam api ringan (APAR) saat api mulai muncul.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa risiko kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di ruang industri, pemukiman padat, hingga fasilitas umum yang dianggap aman sekalipun. Respons awal terhadap api menjadi faktor penting dalam menentukan besar kecilnya dampak kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....