Ramadhan Berlalu, Lebaran Usai, Begini agar Menjadi Pribadi Istiqomah
- 31 Mar 2026 07:51 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Pasca perayaan Idulfitri, umat Islam diingatkan untuk tidak hanya menjadikan Ramadhan sebagai momentum ibadah sementara, tetapi sebagai titik awal untuk menjaga konsistensi (istiqomah) dalam kebaikan. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Hebni Syarif, M.Pd dalam kajian Mutiara Pagi yang membahas pentingnya mempertahankan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut ustaz Hebni, Ramadhan adalah madrasah spiritual yang melatih umat Islam dalam meningkatkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta mempererat hubungan dengan Allah (habluminallah) dan sesama manusia (hablumminannas). “Keberhasilan Ramadhan bukan diukur dari seberapa meriahnya Lebaran, tetapi sejauh mana kita mampu menjaga kebiasaan baik setelahnya,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Ketakwaan merupakan tujuan utama dari ibadah puasa. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ustaz Hebni menjelaskan bahwa ketakwaan harus tercermin dalam sikap sehari-hari, seperti kejujuran, disiplin dalam ibadah, dan menjauhi perbuatan dosa. Ia menekankan bahwa istiqomah dalam ibadah seperti shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan menjaga lisan adalah bukti nyata dari ketakwaan tersebut.
Selain ketakwaan, akhlak yang baik menjadi indikator keberhasilan seseorang dalam menjalani Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Tirmidzi)
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan amarah, bersabar, dan peduli kepada sesama. Jika setelah Ramadhan kita kembali pada kebiasaan buruk, maka nilai ibadah kita perlu dievaluasi,” tambahnya.
| Baca juga: SMPN 9 Madiun Juara 2 Musik Tradisi FLS3N |
Dalam Islam, hubungan dengan Allah (habluminallah) harus berjalan seiring dengan hubungan dengan manusia (hablumminannas). Hal ini ditegaskan dalam firman Allah:“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, dan orang-orang miskin...”
(QS. An-Nisa: 36)
Ustaz Hebni menuturkan bahwa menjaga hubungan dengan sesama bisa dilakukan melalui silaturahmi, saling memaafkan, serta membantu orang lain. “Lebaran adalah momen memperbaiki hubungan sosial. Namun, setelah itu, silaturahmi harus terus dijaga, bukan hanya musiman,” jelasnya.
Istiqomah memang bukan perkara mudah, tetapi sangat penting dalam Islam. Allah SWT berfirman: “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan...”
(QS. Hud: 112)
Menurut Ustaz Hebni, kunci istiqomah adalah niat yang kuat, lingkungan yang baik, serta konsistensi dalam amal meskipun kecil. Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan berakhirnya Ramadhan dan Idulfitri, umat Islam diharapkan tidak kembali pada kebiasaan lama yang kurang baik. Sebaliknya, nilai-nilai yang telah dilatih selama bulan suci harus terus dijaga dan ditingkatkan. Menjadi pribadi yang istiqomah bukan hanya tentang mempertahankan ibadah, tetapi juga menjaga ketakwaan, memperbaiki akhlak, serta menyeimbangkan hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Dengan demikian, semangat Ramadhan akan terus hidup dalam setiap langkah kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....