SMPN 9 Madiun Juara 2 Musik Tradisi FLS3N
- 10 Jun 2026 22:23 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Kelompok musik tradisi Sarinawa Laras dari SMPN 9 Madiun berhasil meraih Juara 2 Cabang Musik Tradisi pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kota Madiun 2026.
Prestasi ini merupakan yang kesekian kali diraih setelah hampir setiap tahun menjuarai cabang lomba music tradisi FLS3N. Guru Pembina Karawitan SMPN 9 Madiun, Septian Dwita Kharisma, menjelaskan bahwa kompetisi musik tradisi berbeda dengan karawitan biasa karena menuntut kreativitas dan penguasaan berbagai instrumen dalam satu penampilan.
“Musik tradisi lebih inovatif. Anak-anak harus menguasai beberapa alat musik sekaligus, melakukan perpindahan instrumen tanpa jeda, bahkan juga dituntut bernyanyi dalam penampilan berdurasi lima menit,” ujarnya saat siaran obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun.
Lagu yang dibawakan peserta juga harus orisinal sesuai tema yang ditentukan panitia. Tahun ini, tema yang diangkat adalah lingkungan hidup. Karena itu, tim SMPN 9 Madiun harus menyiapkan karya baru lengkap dengan partitur dan aransemen sendiri.
Salah satu anggota tim, Ervina, mengaku mulai mengenal karawitan sejak duduk di kelas 7. Dalam kompetisi tersebut, ia memainkan tiga instrumen sekaligus, yakni saron, peking, dan kenong.
“Kalau di ekstrakurikuler biasanya saya hanya memainkan peking. Saat lomba harus belajar instrumen lain juga, jadi perlu latihan tambahan,” katanya.
Hal serupa dialami Elvareta Putri Madina. Siswi kelas 8 itu mengatakan proses seleksi cukup ketat karena hanya lima siswa yang dipilih dari sekitar 20 anggota ekstrakurikuler karawitan.
“Mungkin yang dipilih yang lebih cepat memahami materi saat tes. Kami memainkan alat musik yang biasa kami pegang untuk dinilai,” ujarnya.
Menurut Septian, persiapan menuju lomba dilakukan secara intensif selama beberapa minggu dengan melibatkan pelatih profesional lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Selain latihan rutin, para siswa juga harus berlatih pada malam hari hingga akhir pekan.
“Anak-anak sampai latihan Jumat malam, Sabtu, dan Minggu. Bahkan setelah Lebaran langsung latihan lagi. Alhamdulillah semua kerja keras itu terbayar dengan prestasi,” kata Septian.
Septian menambahkan, keberhasilan Sarinawa Laras tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi contoh bahwa seni tradisional tetap relevan di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, para siswa tidak hanya mengembangkan bakat seni, tetapi juga melatih disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....