Bigfin Squid sering kali disamakan dengan makhluk dari film fiksi ilmiah.

  • 29 Mar 2026 16:28 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Magnapinna, atau yang lebih dikenal sebagai Bigfin Squid (cumi-cumi sirip besar), adalah salah satu predator laut dalam yang paling misterius dan tampak asing bagi mata manusia. Cumi-cumi ini pertama kali menarik perhatian dunia melalui rekaman video dari robot bawah air (ROV) di Teluk Meksiko pada tahun 1988, meskipun deskripsi ilmiah resminya baru muncul bertahun-tahun kemudian. Penampilannya yang sangat unik, dengan sirip yang lebar dan lengan yang menjuntai sangat panjang, membuatnya sering kali disamakan dengan makhluk dari film fiksi ilmiah.

Ciri fisik yang paling mencolok dari Magnapinna adalah panjang lengannya yang bisa mencapai 4 hingga 8 meter, sementara tubuh atau mantelnya sendiri relatif kecil. Lengan dan tentakel ini memiliki tekstur yang sangat tipis dan fleksibel, serta memiliki "siku" yang khas di mana lengan tersebut menekuk sebelum menjuntai lurus ke bawah. Selain itu, cumi-cumi ini memiliki sepasang sirip berbentuk hati yang sangat besar di bagian mantelnya, yang ia gunakan untuk bergerak dengan sangat tenang dan stabil di kolom air.

Hingga saat ini, cara cumi-cumi sirip besar ini berburu mangsa masih menjadi teka-teki bagi para ahli biologi kelautan. Para ilmuwan menduga bahwa ia menggunakan lengan panjangnya yang lengket seperti "jaring seret" untuk menangkap organisme kecil atau krustasea yang melayang di air. Dengan posisi lengannya yang menjuntai vertikal dan membentuk sudut tajam, ia diyakini mampu menyapu area yang luas di dasar laut atau kolom air tanpa harus banyak bergerak, sebuah strategi efisiensi energi yang krusial di laut dalam.

Habitat Magnapinna berada di zona batial hingga abisal, dengan rekaman penampakan terdalam mencapai sekitar 6.000 meter di bawah permukaan laut. Pada kedalaman ini, tekanan air sangat luar biasa dan suhu berada di titik yang sangat dingin. Karena sulitnya akses ke wilayah ini, pertemuan manusia dengan spesies ini sangat jarang terjadi; hingga kini hanya ada sekitar belasan penampakan yang terdokumentasi dengan baik di seluruh samudra dunia, mulai dari Samudra Pasifik, Atlantik, hingga Hindia.

Penelitian terhadap cumi-cumi sirip besar memberikan wawasan penting tentang bagaimana kehidupan dapat beradaptasi dengan bentuk tubuh yang ekstrem di lingkungan yang paling tidak ramah di Bumi. Setiap rekaman baru dari spesies ini sangat berharga bagi ilmu pengetahuan untuk memahami keanekaragaman sefalopoda laut dalam. Keberadaan Magnapinna menjadi pengingat bahwa samudra kita masih menyimpan raksasa-raksasa lembut yang identitas dan gaya hidupnya hampir sepenuhnya belum kita ketahui.(a-z-animals.com)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....