Harta: Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan
- 27 Mar 2026 09:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Berbicara tentang harta yang kita punya di dunia ini, pada hakikatnya manusia tidak memiliki apa pun secara mutlak, sebab semua harta hanyalah titipan Allah SWT. dan akan kembali kepada-Nya.
Lomba Kultum Keuangan Syariah yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 menampilkan Bryan Pratama dengan mengangkat topik bagaimana cara mempertanggungjawabkan harta yang merupakan titipan Allah SWT.
Bryan menegaskan bahwa sekalipun kita meninggal, semua harta yang kita miliki akan dikembalikan kepada Allah Swt. Oleh karena itu, setiap harta yang dimiliki akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
Dalam mempertanggungjawabkan harta yang kita miliki, yaitu tidak boleh digunakan untuk hal yang sia-sia atau perbuatan maksiat. ”Harta yang Allah titipkan itu jangan digunakan untuk yang sia-sia, yang nggak ada manfaatnya,” ujar Bryan. Ia menyampaikan bahwa cara mempertanggungjawabkan harta titipan Allah SWT yang pertama adalah dengan meninggalkan sesuatu yang sia-sia atau yang tidak ada manfaatnya.
Kemudian, yang kedua adalah tidak menghambur-hamburkan uang atau foya-foya, sebab seperti yang tertuang dalam Al-Quran bahwasanya menghambur-hamburkan uang adalah sahabatnya setan.
Selain itu, harta yang kita miliki juga merupakan hak orang lain yang harus ditunaikan melalui sedekah, infak, menabung, meminjamkan, atau bahkan menginvestasikannya melalui lembaga yang sudah diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bryan menuturkan bahwa tujuan Allah menitipkan harta kepada kita adalah untuk memfasilitasi kita dalam menjalankan ibadah dan perintah Allah. ”Kita makan dari harta, dari uang, dan dengan makan, menjadikan kita berenergi untuk beribadah, solat, mengaji, mencari uang, mencari nafkah, memberi manfaat pada yang lainnya,” tegas Bryan.
Dengan demikian, apa pun yang kita miliki di dunia ini termasuk harta tidak lain tidak bukan hanya titipan Allah SWT. yang harus dipertanggungjawabkan kelak nanti di akhirat. Maka dari itu, sebagai hamba yang beriman, hendaknya sebisa mungkin mempergunakan harta titipan Allah SWT. sebaik-baiknya. (Helmalia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....