Memaknai Idul Fitri dengan Hati yang Bersih dan Tradisi yang Ramai

  • 27 Mar 2026 08:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Idul Fitri merupakan momen kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani sebulan penuh ibadah selama Ramadan. Tradisi ramai seperti mudik, baju baru, dan hidangan khas yakni bagian dari ekspresi kegembiraan dalam merayakan hari kemenangan.

Dalam siaran Cafe Ramadhan Pro 2 RRI Purwokerto bersama Kurnia Sari Wiwaha, M. Ag - Dosen Aqidah Filsafat UIN Saizu Purwokerto yang menjelaskan bahwa makna utama Idul Fitri ialah kembali kepada kesucian jiwa atau fitrah manusia. “Jangan sampai sibuk mudik tapi lupa memperbaiki hati, dan jangan sampai sibuk kumpul tapi tidak benar-benar menyambung hubungan,” tuturnya.

“Keberhasilan dari ibadah Ramadan bisa dilihat dari bagaimana kita konsisten dalam menjaga perilaku baik setelah bulan suci berlalu. Kita masih istikamah menjalankan apa yang sudah dilakukan selama bulan Ramadan,” lanjutnya.

Sering kali, berkumpul bersama keluarga yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi malah berubah menjadi beban karena munculnya pertanyaan sensitif atau ajang pamer pencapaian. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menjaga lisan agar tradisi yang ada tetap sejalan dengan ajaran agama tanpa harus menyakiti sesama.

Idul Fitri harus dijadikan renungan untuk melakukan muhasabah atau refleksi dengan diri sendiri tentang berubah ke arah yang jauh lebih baik. “Jangan sampai tradisi yang sudah baik justru kita rusak dan akhirnya esensi dari makna Idul Fitri itu hilang,” pungkasnya. (Khofifah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....