Paska Ramadan, Apakah Kita Benar-Benar Kembali Fitri?
- 26 Mar 2026 17:22 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kembali fitri bukan sekadar perayaan, tetapi perubahan nyata dalam sikap dan perilaku setelah Ramadan
RRI.CO.ID, Jakarta: Setelah satu bulan menjalani ibadah Ramadan, umat Muslim merayakan Idulfitri sebagai momen kemenangan. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah makna “kembali fitri” benar-benar telah terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
Secara harfiah, fitri dimaknai sebagai kembali kepada kesucian. Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan ritual ibadah, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan cara pandang terhadap kehidupan.
Ulama sekaligus cendekiawan Muslim, Quraish Shihab, menjelaskan bahwa Idulfitri adalah momentum kembali kepada nilai-nilai dasar kemanusiaan. “Kembali fitri berarti kembali kepada kesucian hati, yang tercermin dalam sikap dan perilaku,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan Ramadan tidak berhenti pada ibadah selama satu bulan. Justru, perubahan nyata setelah Ramadan menjadi indikator utama apakah seseorang benar-benar kembali fitri.
Pandangan serupa juga disampaikan akademisi Islam dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang menilai bahwa fitri adalah proses berkelanjutan. Artinya, nilai kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial harus tetap dijaga setelah Ramadan berakhir.
Dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang kembali pada kebiasaan lama setelah Lebaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa makna fitri belum sepenuhnya terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Padahal, Idulfitri seharusnya menjadi titik awal untuk membangun pribadi yang lebih baik. Nilai-nilai yang dilatih selama Ramadan diharapkan menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan selanjutnya.
Beberapa indikator sederhana dari “kembali fitri” antara lain meningkatnya kepedulian terhadap sesama, menjaga lisan, serta konsistensi dalam beribadah. Hal-hal kecil ini justru menjadi cerminan perubahan yang sesungguhnya.
Pada akhirnya, kembali fitri bukan sekadar perayaan, tetapi proses yang terus berlangsung. Dengan menjaga nilai-nilai kebaikan secara konsisten, makna Idulfitri dapat benar-benar hadir dalam kehidupan nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....