Fidyah: Solusi Bagi yang Tidak Bisa Berpuasa
- 26 Mar 2026 13:20 WIB
- Nabire
RRI.co.id Nabire : Dalam ibadah puasa Ramadan, ada kondisi tertentu yang membuat seseorang tidak mampu menjalankannya. Dalam Islam, hal ini tidak memberatkan, karena selalu ada solusi. Salah satunya adalah fidyah. Lalu, apa itu fidyah? Fidyah adalah bentuk pengganti puasa dengan cara memberi makan orang yang membutuhkan. Ini diberikan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu berpuasa dan tidak bisa menggantinya di hari lain.
Tidak semua orang yang tidak berpuasa harus membayar fidyah. Fidyah biasanya diperuntukkan bagi:
- Orang tua renta yang sudah tidak kuat berpuasa
- Orang sakit yang tidak ada harapan sembuh
- Ibu hamil atau menyusui (dalam kondisi tertentu, tergantung pendapat ulama)
Sementara bagi yang masih bisa mengganti puasa di hari lain, kewajibannya adalah qadha, bukan fidyah.
Fidyah biasanya diberikan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras atau makanan siap saji. Ukurannya sekitar satu porsi makan untuk satu hari puasa yang ditinggalkan.
Contohnya:
- Tidak puasa 5 hari → memberi makan 5 orang miskin
- Atau bisa juga diberikan kepada satu orang untuk beberapa hari
Sekarang, fidyah juga bisa dibayarkan dalam bentuk uang yang setara dengan harga makanan tersebut, tergantung kebijakan lembaga atau ulama setempat.
Fidyah bisa dibayarkan:
- Setiap hari saat tidak berpuasa
- Atau dikumpulkan dan dibayar sekaligus setelah Ramadan
Yang penting, kewajiban tersebut tidak ditunda terlalu lama.
Fidyah bukan sekadar pengganti puasa. Lebih dari itu, ini adalah bentuk kepedulian sosial. Ada nilai berbagi dan membantu sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Islam memberikan kemudahan tanpa menghilangkan nilai ibadah itu sendiri.
Fidyah adalah bukti bahwa dalam setiap kewajiban, selalu ada jalan keluar bagi yang memiliki keterbatasan.
Jadi, kalau tidak bisa berpuasa karena alasan yang dibenarkan, tidak perlu khawatir—ada cara lain untuk tetap menjalankan kewajiban dengan penuh makna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....