Ekosistem Ekonomi Kreatif Dorong Pariwisata Merata dan Berkelanjutan
- 24 Mar 2026 16:33 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Model ekosistem ekonomi kreatif pariwisata dinilai menjadi pendekatan strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang tidak hanya besar secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan manfaat merata bagi masyarakat.
Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata, Harry Waluyo, menjelaskan bahwa model ini mengusung tiga pendekatan utama yakni size, sustainability, dan spread profit. Ketiga dimensi tersebut menjadi dasar dalam membangun sistem pariwisata yang sehat dan berdampak luas.
Menurut Harry Waluyo, dimensi size menekankan pada besarnya kontribusi ekonomi kreatif terhadap sektor pariwisata, seperti peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, serta pertumbuhan usaha kreatif. Aktivitas wisata yang terintegrasi dengan produk kreatif seperti kuliner, kerajinan, hingga pertunjukan seni mampu meningkatkan perputaran ekonomi di daerah.
Sementara itu, dimensi sustainability berfokus pada keberlanjutan lingkungan, budaya, dan ekonomi. Ia menegaskan bahwa pariwisata tidak boleh merusak alam maupun menghilangkan nilai budaya lokal.
Upaya seperti pengelolaan limbah, pelestarian tradisi, serta inovasi produk kreatif menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tersebut.
Lebih lanjut, Harry Waluyo menyebut dimensi spread profit sebagai kunci pemerataan manfaat ekonomi. Melalui penguatan UMKM lokal, pengembangan desa wisata, dan kemitraan dengan masyarakat, keuntungan dari sektor pariwisata diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh warga setempat.
“Pariwisata harus menjadi alat pemerataan kesejahteraan, bukan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu saja,” ujar Harry Waluyo.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan model ini sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak melalui konsep pentahelix, yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Dengan potensi budaya dan kreativitas yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan model ini secara optimal, termasuk di wilayah Maluku.
Penerapan model ekosistem ekonomi kreatif pariwisata diharapkan mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....