Kepercayaan Investor Kunci menuju Indonesia Emas 2045

  • 20 Jun 2026 12:08 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Menjaga kepercayaan investor dinilai menjadi faktor strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mengamankan agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Kepercayaan pasar tidak hanya berpengaruh terhadap pergerakan pasar modal, tetapi juga menentukan investasi, ekspansi usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Harry Waluyo, Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata menjelaskan, Indonesia memiliki berbagai modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia pada 2045, mulai dari sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi, pasar domestik terbesar di kawasan ASEAN, hingga posisi strategis dalam jalur perdagangan global.

Namun, potensi tersebut perlu ditopang oleh institusi yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta kepercayaan yang berkelanjutan dari investor dan masyarakat.

Menurutnya, pasar modal merupakan salah satu instrumen tercepat dalam membaca tingkat kepercayaan terhadap masa depan ekonomi nasional. Karena itu, fluktuasi pasar yang berkepanjangan tidak boleh dipandang hanya sebagai fenomena keuangan, melainkan juga sebagai indikator persepsi investor terhadap kualitas tata kelola, kepastian hukum, dan arah pembangunan ekonomi.

Ia menambahkan, menurunnya kepercayaan investor dapat memicu peningkatan biaya pendanaan, volatilitas arus modal, perlambatan investasi produktif, hingga tekanan terhadap valuasi perusahaan nasional. Dampak tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi pencapaian target pembangunan jangka panjang Indonesia.

Dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat, Waluyo menilai Indonesia perlu memperkuat kepastian regulasi, transparansi kebijakan, kualitas birokrasi, serta penegakan hukum yang adil. Faktor-faktor tersebut menjadi penentu utama dalam membangun kredibilitas negara di mata investor.

Selain itu, ia mendorong penguatan kelas menengah produktif sebagai fondasi stabilitas ekonomi nasional. Kelompok ini memiliki peran penting dalam konsumsi, investasi, kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja, dan penerimaan pajak sehingga perlu didukung melalui peningkatan pendapatan riil, perluasan lapangan kerja berkualitas, dan penguatan daya beli masyarakat.

Waluyo juga mengusulkan pengembangan sistem pengukuran tingkat kepercayaan nasional atau National Trust Index sebagai instrumen deteksi dini terhadap perubahan sentimen investor, dunia usaha, dan masyarakat. Langkah tersebut dinilai dapat membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang lebih responsif dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Menurutnya, tantangan terbesar Indonesia bukan terletak pada keterbatasan sumber daya, melainkan kemampuan mengubah potensi menjadi kepercayaan, kepercayaan menjadi investasi, investasi menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan.

“Kepercayaan menghasilkan investasi. Investasi menghasilkan produktivitas. Produktivitas menghasilkan kemakmuran. Karena itu, menjaga kepercayaan nasional harus menjadi agenda strategis negara menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....