Puasa sebagai Terapi Alami untuk Kesehatan Mental
- 17 Mar 2026 06:39 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sebuah proses terapi yang melibatkan mengontrol perilaku, pikiran, dan emosi manusia. Eka Widyasari, M.Psi., Psikolog hadir dalam dialog Café Ramadan Pro 2 RRI Purwokerto, yang menyampaikan bahwa keteraturan pola puasa membantu menata kembali cara berpikir agar lebih stabil dan terkendali.
Eka Widyasari menjelaskan bahwa puasa menjadi fasilitas dari Allah untuk memperbaiki kualitas hidup secara psikologis. "Kita harus sadar terlebih dahulu bahwa puasa adalah terapi luar biasa yang dapat melatih perilaku, pikiran, serta emosi kita agar lebih sehat," jelasnya.
Manfaat kesehatan mental yang bisa dirasakan mencakup meningkatnya kebahagiaan dari rasa syukur serta tingkat stres yang turun akibat hormon kortisol yang lebih terkendali. Selain itu, puasa juga dapat merangsang produksi protein BDNF di otak yang berperan penting dalam mengurangi risiko depresi pada seseorang.
Menghadapi tekanan sosial seperti pertanyaan sensitif saat acara bukber atau reuni, kita disarankan untuk memaknai situasi tersebut secara netral agar tidak memicu emosi negatif. "Saat ditanya hal sensitif, kita bisa merespons dengan diplomatis seperti memohon doa baik, sehingga emosi kita tetap terjaga dan suasana tetap nyaman," tuturnya.
Nilai-nilai positif selama Ramadan dapat terus diterapkan sebagai gaya hidup sehat di bulan-bulan berikutnya. Memahami manfaat dari puasa bagi kesehatan mental akan membuat setiap orang lebih menghargai ibadah puasa dengan cara yang lebih bermakna. (Khofifah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....