Meneladani Kepemimpinan Umar bin Khattab yang Adil dan Sederhana

  • 16 Mar 2026 11:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Berbicara tentang kepemimpinan, hal ini tentu merupakan sebuah amanah besar yang menuntut integritas, keadilan, serta kepedulian terhadap rakyatnya. Salah satu kisah yang menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus hidup sederhana, mengutamakan kepentingan umat, seta takut kepada Allah sehingga tidak menyalahkangunakan kekuasaan adalah kisah Umar bin Khattab.

Dialog Cafe Ramadan Pro 2 RRI Purwokerto kali ini bersama Fitri Sari Setyorini, M.Hum – Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Saizu Purwokerto yang membahas tentang hal tersebut, dengan spesifik tema “Meneladani Kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab”.

Fitri mengungkapkan bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kejujuran, kesederhanaan, dan rasa takut terhadap Allah Swt.

Dalam pembahasan ini, dijelaskan pula perjalanan Umar yang awalnya membenci Islam hingga akhirnya memeluk Islam setelah mendengar lantunan ayat Al-Quran. Setelah menjadi khalifah, Umar bin Khattab dikenal sebagai pemimpin yang adil dan tegas, bahkan rela hidup sederhana demi rakyatnya.

“Selain itu, Umar juga memberikan banyak kebijakan penting bagi umat Islam, seperti penetapan kalender Hijriyah, pengaturan gaji pegawai, serta mendorong pelaksanaan Salat Tarawih berjamaah,” jelasnya.

Fitri juga menyampaikan bahwa kepemimpinan Umar bin Khattab menunjukkan integritas dan keteladanan yang luar biasa. Ia menegaskan, “Saya adalah seburuk-buruk penguasa apabila saya kenyang sementara rakyat saya kelaparan.”

Menurutnya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang takut kepada Allah, sehingga tidak menyalahgunakan kekuasaan dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat. (Helmalia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....