KPB Didirikan Ifa Abdillah Bina Kreativitas Generasi Muda

  • 10 Mar 2026 21:39 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Pendiri sekaligus Dewan Pembina Komunitas Pemuda Berbudaya (KPB) Sulawesi Tengah, Ifa Abdillah, membagikan kisah awal berdirinya komunitas tersebut yang berfokus pada pelestarian seni dan budaya lokal melalui pembinaan generasi muda. Komunitas ini didirikan pada tahun 2017 sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan kreativitas mereka di bidang seni dan budaya.

Menurut Ifa Abdillah, gagasan membentuk KPB muncul dari keprihatinannya melihat semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional daerah. Ia menilai perlu adanya ruang kreatif yang dapat mengakomodasi bakat dan minat anak muda agar tetap mencintai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Sejak berdiri, KPB aktif mengembangkan berbagai kegiatan kesenian tradisional seperti tari daerah dan musik tradisional. Selain itu, komunitas ini juga mulai mengembangkan bidang kreatif lain seperti produksi konten IT Cinematik yang memadukan unsur seni budaya dengan teknologi digital.

Ifa Abdillah mengatakan, perkembangan teknologi dan media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam menarik perhatian generasi muda untuk mencintai budaya lokal. Namun, menurutnya hal tersebut justru bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkenalkan budaya dengan pendekatan yang lebih modern dan kreatif.

“Kami mencoba menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Anak-anak muda sekarang sangat dekat dengan dunia digital, sehingga kami menggabungkan seni budaya dengan konsep kreatif seperti pembuatan video sinematik dan konten digital,” ujarnya saat dialog di program Kataua Ntodea di RRI.

Ia menambahkan, melalui pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan tetap memiliki rasa bangga terhadap budaya daerah sekaligus mampu mengekspresikan diri melalui karya yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ke depan, KPB memiliki visi untuk terus melakukan pembinaan terhadap generasi muda, termasuk mereka yang tidak sedang menempuh pendidikan formal. Melalui kegiatan seni dan budaya, komunitas ini berupaya memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk mengasah potensi, meningkatkan keterampilan, serta membangun kepercayaan diri mereka.

Ifa Abdillah berharap keberadaan KPB dapat menjadi tempat belajar sekaligus wadah berkarya bagi generasi muda di Sulawesi Tengah, sehingga seni dan budaya lokal tetap lestari serta mampu berkembang mengikuti perubahan zaman. (AL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....