Mengatur Energi saat Puasa dan Bekerja
- 05 Mar 2026 07:04 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan sambil tetap bekerja penuh jam kerja merupakan tantangan yang dihadapi banyak pekerja di Indonesia. Kombinasi jarak waktu puasa yang panjang, perubahan pola makan, dan kebutuhan kinerja tinggi dapat membuat tubuh cepat lelah jika tidak diatur dengan baik.
Melansir Healthline dan menurut para ahli kesehatan, energi tubuh selama berpuasa sangat ditentukan oleh cara makan saat sahur dan berbuka, kualitas tidur, hidrasi, serta pengaturan aktivitas fisik dan mental.
Sahur menjadi momen penting sebagai “bahan bakar” utama untuk beraktivitas sepanjang hari. Ahli gizi dan pakar kesehatan menyarankan agar konsumsi makanan saat sahur fokus pada:
Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, atau roti gandum yang memberikan energi tahan lama.
Protein dari telur, ikan, daging tanpa lemak, tahu-tempe yang membantu kenyang lebih lama dan menjaga massa otot.
Serat dan vitamin dari buah-buahan serta sayuran untuk pencernaan dan stamina tubuh.
Sementara itu, saat berbuka puasa disarankan memulai dengan air putih dan kurma yang kaya gula alami untuk cepat memulihkan energi, kemudian dilanjutkan dengan makanan seimbang.
Dehidrasi menjadi penyebab utama turunnya energi selama puasa, terlebih bekerja di cuaca panas atau ruangan ber-AC. Para pakar kesehatan menyarankan agar konsumsi air putih antara waktu berbuka hingga sahur dilakukan secara teratur dan tidak berlebihan sekaligus. Minum air putih dalam jumlah cukup membantu menjaga keseimbangan elektrolit serta mengurangi rasa lemas dan pusing.
Tidak hanya nutrisi, kualitas tidur juga sangat menentukan stamina tubuh. Tidur cukup di malam hari serta power nap singkat 15–30 menit di siang hari, jika memungkinkan, dapat membantu menyegarkan kembali energi tubuh.
Di sisi lain, aktivitas fisik berat seperti olahraga intens di siang hari sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan penggunaan energi dan meningkatkan risiko dehidrasi. Olahraga ringan seperti stretching atau jalan santai lebih dianjurkan di waktu malam setelah berbuka.
Para pekerja disarankan untuk menyusun prioritas tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi di pagi hari setelah sahur ketika energi masih penuh. Menunda pekerjaan berat hingga sore atau menjelang buka puasa sering kali membuat produktivitas menurun akibat turunnya tenaga dan fokus.
Selain itu, menjaga kesehatan mental juga bagian tak terpisahkan dalam mempertahankan energi. Melakukan ibadah ringan seperti doa dan zikir dapat menenangkan pikiran dan meningkatkan semangat selama bekerja.
Menjalani puasa sambil bekerja tidak harus membuat tubuh cepat lelah atau produktivitas menurun. Melalui perencanaan pola makan yang tepat, hidrasi yang cukup, istirahat yang berkualitas, serta pengaturan aktivitas yang bijak, tubuh dapat tetap sehat dan bertenaga sepanjang hari. Selalu konsultasikan kebutuhan nutrisi atau gangguan kesehatan kepada tenaga medis atau ahli gizi jika diperlukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....