Kenapa Membakar Sampah Berbahaya?

  • 04 Mar 2026 09:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Apakah Anda termasuk salah satu warga yang merasa terganggu dengan asap hasil pembakaran sampah? Atau mungkin Anda salah satu yang mempunyai kebiasaan membakar sampah?

Mari sejenak memahami bahwa sampah di Indonesia sangat membutuhkan penanganan yang serius. Ini dikarenakan jumlahnya yang tinggi, sedangkan kesadaran masyarakat dan infrastrukturnya masih harus ditingkatkan.

Membakar sampah bukanlah solusi karena dengan membakar sampah justru dapat menimbulkan beberapa dampak negatif. Diantaranya dampak kesehatan, lingkungan dan sosial.

Bahaya bagi kesehatan, karena membakar sampah menghasilkan zat beracun, terutama plastik dan bahan kimia, serta menghasikan senyawa berbahaya. Sepert dioksin, furan, karbon monoksida dan logam berat, zat-zat ini sangat berbahaya meskipun dalam konsentrasi kecil.

Selain itu juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, karena asap dari sampah dapat memicu batuk, dan sesak napas. Asma, bronkitis bahkan penvakit- paru-paru kronis juga dapat ikut timbul.

Membakar sampah juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan karena menimbulkan polusi udara. Asap pembakaran mengandung partikel halus (PM2.5 dan PM10) yang mencemari udara, menurunkan kualitas udara, dan memperparah pemanasan global.

Adapun dampak sosialnya mengganggu kenyamanan masyarakat, asap pembakaran menyebabkan bau menyengat. Mengurangi kenyamanan lingkungan, dan mengganggu aktivitas warga.

Lalu bagaimana caranya agar tidak menjadikan membakar sampah sebagai kebiasaan? Mulai memilah sampah sejak dari rumah.

Pisahkan sampah organik seperti sisa makanan, daun atau kulit buah, dan anorganik seperti plastik, kertas, logam, kaca. Agar nantinya sampah mudah diolah atau didaur ulang.

Komposting sampah organik, bila punya pekarangan, bisa membuat kompos dari sampah organik. Sampah rumah tangga dapat dijadikan pupuk untuk tanaman.

Langkah ini dapat mengurangi volume sampah yang harus pengangkutan sampah dibuang ke TPA. Yang terpenting, tidak melakukan pembakaran sampah sebagai solusi cepat, tetapi lebih mengutamakan komposting, bank sampah, layanan pengangkutan sampah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....