Edukasi Fikih Ramadhan agar Ibadah Lebih Tenang
- 01 Mar 2026 11:09 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Dalam program PRO 2 RRI Palu edisi Ramadhan, “TAULADAN” yang disiarkan pada 26 Februari 2026, Ustaz Irwan Sandy membahas berbagai persoalan fikih sehari-hari seputar ibadah di bulan Ramadhan. Sesi tanya jawab ini menjadi bagian yang paling interaktif karena mengangkat pertanyaan yang sering dialami masyarakat saat menjalankan ibadah puasa.
Salah satu pembahasan yang disorot adalah hukum muntah saat berpuasa. Ustaz Irwan Sandy menjelaskan bahwa muntah yang terjadi tanpa sengaja tidak membatalkan puasa dan tidak wajib diganti.
“Barang siapa yang muntah tanpa sengaja karena mual atau sakit, maka puasanya tetap sah,” jelas Ustaz Irwan Sandy.
Namun, ia menambahkan bahwa jika muntah dilakukan dengan sengaja, maka puasa menjadi batal dan wajib diqada. Penjelasan ini disampaikan agar masyarakat tidak ragu dalam menjalankan ibadah puasa saat mengalami kondisi tertentu selama Ramadhan.
Selain itu, Ustaz Irwan Sandy juga membahas terkait tertelan air saat berwudhu. Ia menegaskan bahwa hal yang benar-benar terjadi karena lupa atau tidak sengaja tidak membatalkan puasa.
“Sesuatu yang dilakukan karena lupa atau tidak sengaja, seperti tertelan air saat berkumur, tidak membatalkan puasa selama langsung berhenti saat ingat,” ujarnya.
Pembahasan lain turut menyentuh tentang puasa setengah hari yang sering dilakukan anak-anak. Ustaz Irwan Sandy menjelaskan bahwa dalam Islam, puasa yang dianjurkan adalah dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sedangkan puasa setengah hari hanya sebagai bentuk latihan bagi anak yang belum baligh.
Tak hanya itu, ia juga menjelaskan mengenai keraguan jumlah rakaat saat shalat. Menurut Ustaz Irwan Sandy, jika seseorang ragu, maka dianjurkan mengambil jumlah yang paling sedikit lalu menyempurnakan shalatnya agar tidak terjadi kekurangan rakaat.
Di akhir talkshow, Ustaz Irwan Sandy mengingatkan tentang keutamaan pahala puasa yang sangat besar.
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa besarnya pahala puasa merupakan rahasia Allah dan tidak dibatasi seperti amalan lainnya.
Melalui penjelasan fikih yang sederhana dan praktis dari Ustaz Irwan Sandy tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang, tidak ragu, serta memahami hukum-hukum dasar yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. (MN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....